Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat data Anggaran Lain-Lain PAD yang Sah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat untuk periode 2018 hingga 2026. Pada tahun 2026 nilai anggaran ini tercatat sebesar 7,41 Rp miliar, mengalami pertumbuhan sedikit sebesar 5,11 persen dibanding tahun 2025 yang hanya bernilai 7,05 Rp miliar. Sepanjang 9 tahun periode pencatatan, tren keseluruhan anggaran ini menunjukkan arah turun, dengan total perubahan nilai sebesar minus 90,5 persen dari nilai awal tahun 2018.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Mamuju | 2004 - 2025)
Sepanjang riwayat data, kenaikan tertinggi anggaran terjadi pada tahun 2020 dengan pertumbuhan 33,74 persen, sedangkan penurunan terbesar tercatat pada tahun 2025 dengan kontraksi nilai mencapai 95,43 persen. Rata-rata pertumbuhan 3 tahun terakhir mencatat minus 30,76 persen, angka ini jauh lebih buruk dibanding rata-rata pertumbuhan 5 tahun terakhir yang tercatat minus 11,13 persen. Nilai anggaran tahun 2026 saat ini berada di bawah rata-rata keseluruhan periode yang mencapai 95,64 Rp miliar.
Untuk posisi peringkat tahun 2026, Kabupaten Sumbawa menempati urutan 26 dari seluruh kabupaten kota di wilayah Pulau Nusa Tenggara dan Bali, serta berada di peringkat 348 secara nasional. Lima tahun sebelumnya pada tahun 2021, daerah ini masih menempati urutan 8 di tingkat pulau dan peringkat 109 nasional, yang menunjukkan penurunan posisi peringkat yang signifikan sejalan dengan anjloknya nilai anggaran sejak tahun 2024.
Nilai anggaran 7,41 Rp miliar Kabupaten Sumbawa pada tahun 2026 berada di urutan ketiga terendah dari tujuh kabupaten pembanding nasional. Hanya Kabupaten Sampang dan Kabupaten Gunung Mas yang mencatat nilai anggaran lebih rendah dibawah angka 7,15 Rp miliar, sedangkan Kabupaten Puncak mencatat nilai tertinggi di kelompok pembanding yaitu 7,57 Rp miliar. Pertumbuhan anggaran Kabupaten Sumbawa sebesar 5,11 persen juga berada di kisaran tengah dibanding daerah pembanding lainnya.
Kabupaten Puncak
Kabupaten Puncak wilayah Papua menempati peringkat teratas pada kelompok pembanding dengan nilai anggaran tahun terakhir sebesar 7,57 Rp miliar. Daerah ini mencatat pertumbuhan anggaran sebesar 22,89 persen, merupakan angka pertumbuhan tertinggi kedua di kelompok pembanding setelah Kabupaten Sampang. Secara nasional Kabupaten Puncak menempati peringkat 345, lebih baik 3 peringkat dibanding posisi Kabupaten Sumbawa. Selisih nilai anggaran dengan tahun sebelumnya mencapai 1,41 Rp miliar, angka ini merupakan kenaikan nilai absolut tertinggi di seluruh daerah pembanding yang dicatat.
Kabupaten Bondowoso
Kabupaten Bondowoso Jawa mencatat nilai anggaran tahun terakhir sebesar 7,51 Rp miliar, menempati urutan kedua setelah Kabupaten Puncak pada kelompok pembanding. Daerah ini mencatat pertumbuhan anggaran sebesar 24,34 persen, mengalami peningkatan peringkat 12 posisi dibanding periode sebelumnya. Secara nasional wilayah ini berada di peringkat 346, hanya terpaut satu peringkat dibawah Kabupaten Puncak. Besar selisih nilai anggaran dengan tahun sebelumnya tercatat 1,47 Rp miliar, hampir menyamai kenaikan absolut tertinggi yang dicapai Kabupaten Puncak.
Kabupaten Pasuruan
(Baca: PDRB ADHB Sektor Industri Pengolahan di Bali | 2025)
Kabupaten Pasuruan Jawa mencatat nilai anggaran tahun terakhir sebesar 7,49 Rp miliar, berada tepat satu tingkat diatas nilai anggaran Kabupaten Sumbawa. Daerah ini mengalami kontraksi anggaran sangat dalam sebesar 92,86 persen, menjadi penurunan terburuk pada kelompok pembanding. Secara nasional wilayah ini menempati peringkat 347, hanya terpaut satu peringkat dibawah Kabupaten Bondowoso. Selisih penurunan nilai anggaran mencapai minus 97,44 Rp miliar, angka ini merupakan anjlok nilai terbesar dibanding seluruh daerah yang tercatat pada daftar pembanding.
Kabupaten Wajo
Kabupaten Wajo wilayah Sulawesi mencatat nilai anggaran tahun terakhir sebesar 7,26 Rp miliar, berada satu tingkat dibawah nilai anggaran Kabupaten Sumbawa. Daerah ini mencatat pertumbuhan anggaran positif sebesar 15,97 persen, menjadi salah satu dari empat daerah pada kelompok pembanding yang berhasil mencatat pertumbuhan positif. Secara nasional wilayah ini berada di peringkat 349, terpaut satu peringkat dibawah posisi Kabupaten Sumbawa. Besar selisih kenaikan nilai anggaran dengan tahun sebelumnya tercatat sebesar 1 Rp miliar.
Kabupaten Nunukan
Kabupaten Nunukan wilayah Kalimantan mencatat nilai anggaran tahun terakhir sebesar 7,21 Rp miliar, menempati urutan kelima pada kelompok pembanding. Daerah ini mengalami kontraksi anggaran sebesar 91,54 persen, menjadi penurunan terbesar kedua setelah Kabupaten Pasuruan. Secara nasional wilayah ini berada di peringkat 350, dua peringkat dibawah posisi Kabupaten Sumbawa. Selisih penurunan nilai anggaran mencapai minus 78,01 Rp miliar, menunjukkan anjloknya nilai anggaran pada daerah ini pada periode pencatatan terakhir.
Kabupaten Sampang
Kabupaten Sampang wilayah Jawa mencatat nilai anggaran tahun terakhir sebesar 7,15 Rp miliar, menempati urutan keenam pada kelompok pembanding. Daerah ini mencatat pertumbuhan anggaran tertinggi di seluruh kelompok yaitu sebesar 51,48 persen, dengan kenaikan nilai absolut sebesar 2,43 Rp miliar. Secara nasional wilayah ini berada di peringkat 351, tiga peringkat dibawah posisi Kabupaten Sumbawa. Angka pertumbuhan ini merupakan yang tertinggi dibanding seluruh daerah yang terdaftar pada daftar pembanding data ini.
Kabupaten Gunung Mas
Kabupaten Gunung Mas wilayah Kalimantan mencatat nilai anggaran tahun terakhir sama dengan Kabupaten Sampang yaitu sebesar 7,15 Rp miliar, menempati urutan terbawah pada kelompok pembanding. Daerah ini mengalami kontraksi anggaran sedikit sebesar 0,14 persen, menjadi satu-satunya daerah pada kelompok yang hampir stagnan nilainya. Secara nasional wilayah ini menempati peringkat yang sama dengan Kabupaten Sampang yaitu 351. Nilai anggaran ini terpaut 0,26 Rp miliar dibawah nilai anggaran Kabupaten Sumbawa pada periode yang sama.