Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Malaka, pada 2024 mencapai Rp3,77 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 3,1% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp3,42 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 1,95%.
(Baca: Jumlah Kepala Sekolah dan Guru SMA Swasta Periode 2016-2024)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 204,74 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp19.481 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 486.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp1,46 jutajuta. PDRB ini tumbuh 1%.
Di urutan kedua adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib tumbuh 4,8% menjadi Rp537,01 ribujuta, sektor konstruksi tumbuh 3,83% menjadi Rp490,11 ribujuta.
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Lampung 2018 - 2024)
Sektor terakhir memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan PDRB Rp217,13 ribujuta. Sektor ini tercatat tumbuh 9,28% dibandingkan capaian tahun sebelumnya dengan angka Rp185,58 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Malaka pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Malaka ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 40,87%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, sektor konstruksi, sektor informasi dan komunikasi, dan sektor transportasi dan pergudangan.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Pertambangan dan Penggalian,Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum,Sektor Pengadaan Listrik dan Gas,Sektor Jasa Perusahaan dan Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang.