Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Ogan Komering Ulu, pada 2024 mencapai Rp20,47 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 5,06% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp18,97 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 2,53%.
(Baca: Harga Beras Kualitas Bawah II di Pasar Modern Periode Maret 2025-2026)
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 387,35 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp53.428 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 236.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor menjadi unggulan.
Untuk urutan pertama adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor. Pada 2024 lalu, sektor ini memberikan kontribusi PDRB terbesar dengan nilai mencapai Rp4,24 jutajuta. PDRB ini tumbuh 8,43%.
Di urutan kedua adalah sektor industri pengolahan tumbuh 1,93% menjadi Rp3,95 jutajuta, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan PDRB Rp3,29 jutajuta (5,54%).
(Baca: Harga Daging Sapi Kualitas 1 di Pasar Tradisional Periode Maret 2025-2026)
Terakhir, PDRB di Kabupaten Ogan Komering Ulu, untuk urutan lima besar adalah konstruksi dengan nilai Rp2,32 jutajuta. Menurut BPS, sektor ini selama setahun terakhir berhasil tumbuh 5,09% dari capaian sebelumnya yang tercatat Rp2,18 jutajuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Ogan Komering Ulu pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Ogan Komering Ulu ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 22,83%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor industri pengolahan, sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor pertambangan dan penggalian, dan sektor konstruksi.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Informasi dan Komunikasi,Sektor Jasa Lainnya,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Jasa Perusahaan dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.