Produk domestik bruto (PDRB) harga berlaku (ADHB) di Kabupaten Sekadau, pada 2024 mencapai Rp9,43 juta. PDRB di kabupaten/kota ini tumbuh 4,86% dibandingkan dengan tahun sebelumnya Rp8,51 juta .
Dibandingkan dengan masa pandemi covid pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini terlihat lebih tinggi. Sebelumnya pertumbuhan pada akhir tahun 2021 pasca covid tercatat mencapai 4,31%.
Menurut publikasi BPS, dengan total penduduk yang mencapai 223,5 ribu jiwa, PDRB per kapita di wilayah ini tercatat Rp42.389 ribu/kapita/tahun. PDRB per kapita ini secara nasional berada di urutan 312.
Dari 17 sektor yang mendorong pergerakan ekonomi di kabupaten/kota ini, sektor pertanian, kehutanan dan perikanan menjadi unggulan.
Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Kabupaten Sekadau pada 2024 mencatatkan nilai sebesar Rp4,03 jutajuta. PDRB ini berada di urutan pertama dibandingkan 17 sektor lain. Sektor ini tumbuh 3,69% dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya yang tercatat Rp3,48 jutajuta.
Di urutan kedua adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh 6,49% menjadi Rp1,27 jutajuta, kemudian sektor konstruksi dengan PDRB Rp1,04 jutajuta (3,2%).
Selain itu, sektor lainnya yang memberikan kontribusi di urutan lima besar adalah industri pengolahan dengan PDRB Rp486,36 ribujuta.
Distribusi PDRB di Kabupaten Sekadau pada 2024
Menurut tingkat distribusinya, sektor utama yang menyumbang pertumbuhan terbesar PDRB di Kabupaten Sekadau ini adalah sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dengan kontribusi mencapai 38,51%. Sektor lainnya diurutan lima besar adalah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, sektor konstruksi, sektor informasi dan komunikasi, dan sektor administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib.
Sedangkan untuk sektor dengan distribusi terkecil adalah Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi,Sektor Jasa Lainnya,Sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang,Sektor Jasa Perusahaan dan Sektor Pengadaan Listrik dan Gas.