Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Kota Bau Bau Turun 10,05% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 12/04/2026 08:46 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Bau Bau Provinsi Sulawesi Tenggara (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Bau Bau, Sulawesi Tenggara sebesar 10,05% pada 2025.

Angka tersebut turun 2,9% dari tahun sebelumnya sebesar 12,95%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 3,02%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kota Bau Bau lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kota Bau Bau yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 10,05% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 16 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Tenggara, PoU di Kota Bau Bau ada di urutan ke-10. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Kolaka (4,18%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Muna (17,1%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Tenggara pada 2025.

  1. Kabupaten Kolaka: 4,18%
  2. Kabupaten Konawe Utara: 5,08%
  3. Kabupaten Kolaka Utara: 5,13%
  4. Kabupaten Konawe: 6,73%
  5. Kota Kendari: 7,33%
  6. Kabupaten Kolaka Timur: 7,37%
  7. Kabupaten Wakatobi: 8,0%
  8. Kabupaten Bombana: 8,94%
  9. Kabupaten Buton Selatan: 9,93%
  10. Kota Bau Bau: 10,05%

(Baca: OIKN Minta Anggaran Rp48,8 T untuk Pembangunan hingga 2028)

Data Populer

Loading...