Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semesteran Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur tahun 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 23,51 persen, turun sebesar 1,39 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin juga turun sebanyak 3.600 jiwa menjadi 70.990 jiwa, dengan penurunan persentase sebesar 5,58 persen.
Data historis periode 2009-2025 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2015 sebesar 28,64 persen. Angka terendah dalam 16 tahun terakhir tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar juga terjadi pada tahun 2025, sedangkan peningkatan terbesar terjadi tahun 2015 sebesar 19,28 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Tana Tidung | 2009 - 2025)
Saat ini Kabupaten Manggarai Timur menempati urutan ke 37 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dan urutan ke 8 di wilayah Nusa Tenggara dan Bali. Selama 16 tahun terakhir, peringkat nasional kabupaten ini sempat berada di urutan 61 tahun 2009, dan sempat membaik hingga urutan 32 pada tahun 2021.
Kabupaten Ende
Berada di peringkat 45 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 21,31 persen dengan penurunan sebesar 5,58 persen pada tahun terakhir. Tercatat 58.920 jiwa penduduk hidup dibawah garis kemiskinan, dengan garis kemiskinan sebesar 549,36 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 30,22 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 7,69 persen.
Kabupaten Kupang
Peringkat 52 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 20,32 persen dengan penurunan 4,91 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 87.500 jiwa, garis kemiskinan berada di angka 504,86 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita wilayah ini tercatat 28,50 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan tahunan 7,56 persen.
Kabupaten Lembata
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Kerinci | 2004 - 2025)
Berada satu peringkat diatas Kabupaten Manggarai Timur yaitu urutan 39 nasional, persentase kemiskinan mencapai 23,27 persen dengan penurunan 3,92 persen. Tercatat 36.780 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan sebesar 538,77 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat merupakan yang terendah di kelompok ini yaitu 16,95 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Rote Ndao
Peringkat 36 nasional, satu tingkat lebih baik dari Manggarai Timur, dengan persentase kemiskinan 24,37 persen dan penurunan 5,47 persen pada tahun terakhir. Terdapat 51.640 jiwa penduduk miskin, garis kemiskinan tercatat 443,90 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 27,90 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 8,99 persen.
Kabupaten Sumba Timur
Menempati peringkat 32 nasional, wilayah ini memiliki persentase kemiskinan 25,64 persen dengan penurunan 5,18 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 70.350 jiwa, hampir setara dengan angka di Manggarai Timur. Garis kemiskinan tercatat 481,75 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 32,39 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Timor Tengah Selatan
Berada di peringkat 35 nasional, persentase kemiskinan tercatat 24,5 persen dengan penurunan sedikit yaitu 0,73 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin merupakan yang terbanyak di kelompok ini yaitu 116.740 jiwa. Garis kemiskinan sebesar 454,42 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 22,46 juta rupiah per tahun.