Kabupaten Waropen, Papua, mengalami peningkatan persentase penduduk miskin. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, persentase kemiskinan Waropen mencapai 29,85% pada 2024, sedikit naik dari 29,16% pada tahun sebelumnya. Ini berarti dari total 38.189 jiwa penduduk, sekitar 10.300 jiwa berada di bawah garis kemiskinan.
Secara historis, angka kemiskinan di Waropen fluktuatif. Tahun 2007, persentase kemiskinan mencapai titik tertinggi di angka 46,93%. Persentase kemiskinan terendah ada di angka 29,54% pada tahun 2020. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2006 dengan 3,98%, sedangkan pertumbuhan terendah tercatat pada tahun 2014 turun 12,45%. Pada tahun 2024, pertumbuhan kemiskinan tercatat 2,37%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Tanggerang Periode 2004 - 2024)
Dibandingkan kabupaten lain di Papua, Waropen berada di urutan dengan persentase kemiskinan yang berdekatan dengan Kabupaten Mamberamo Raya (30,29%) dan Kabupaten Kepulauan Yapen (25,69%). Peringkat kemiskinan Waropen secara nasional adalah 19. Sementara itu, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Waropen lebih sedikit dibandingkan Kabupaten Biak Numfor (35.940 jiwa) dan Kabupaten Kepulauan Yapen (26.090 jiwa).
Kabupaten Biak Numfor
Kabupaten Biak Numfor memiliki persentase penduduk miskin 23,46% dan berada di urutan 41 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di Biak Numfor mencapai 35.940 jiwa dari total populasi 149.476 jiwa. Garis kemiskinan di Biak Numfor adalah Rp677.659,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp46,47 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk mencapai 1,41%.
Kabupaten Keerom
Dengan persentase kemiskinan 15,84%, Keerom menduduki peringkat 87 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini sebanyak 9.520 jiwa. Garis kemiskinan di Keerom tercatat Rp832.766,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp56,37 juta per tahun. Keerom mengalami pertumbuhan penduduk yang signifikan yaitu 6,66%.
Kabupaten Kepulauan Yapen
Persentase penduduk miskin di Kepulauan Yapen adalah 25,69%, menempatkannya di urutan 33 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 26.090 jiwa dari total populasi 115.648 jiwa. Garis kemiskinan di Kepulauan Yapen adalah Rp782.033,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp44,48 juta per tahun, dengan pertumbuhan penduduk 1,08%.
(Baca: 2,92% Penduduk di Kabupaten Bangka Barat Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Mamberamo Raya
Kabupaten Mamberamo Raya mencatat persentase kemiskinan 30,29%, menduduki urutan 15 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di daerah ini mencapai 7.890 jiwa. Garis kemiskinan di Mamberamo Raya adalah Rp861.147,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp58,53 juta per tahun. Mamberamo Raya mencatat pertumbuhan penduduk 3,5%.
Kabupaten Supiori
Dengan persentase kemiskinan 37,72%, Supiori menduduki peringkat 3 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 8.250 jiwa dari total populasi 27.159 jiwa. Garis kemiskinan di Supiori tercatat Rp587.783,00 per kapita per bulan, yang terendah dibandingkan wilayah lain. Pendapatan per kapita mencapai Rp50,79 juta per tahun, dengan pertumbuhan penduduk tertinggi sebesar 7,02%.