Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semesteran Kabupaten Bandung Barat tahun 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 9,87 persen, turun 0,62 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 169.660 jiwa, berkurang 10.040 jiwa dalam satu tahun terakhir.
(Baca: Jumlah Pekerja di Sektor I Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum di Jawa Timur | 2025)
Sepanjang periode 2007 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi 18,7 persen pada tahun 2007, dan terendah 9,38 persen pada tahun 2019. Pada tahun 2020 angka naik menjadi 10,49 persen, kemudian bergerak sedikit turun hingga tahun 2025.
Secara nasional, Kabupaten Bandung Barat menempati urutan 228 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk kategori persentase penduduk miskin. Urutan ini berpindah 3 peringkat dibandingkan posisi tahun 2024 yang berada di urutan 225.
Kabupaten Cianjur
Berada di urutan 229 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 9,82 persen dengan penurunan sebesar 3,16 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 232.610 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 482,56 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 26,56 juta rupiah per tahun, dengan pertumbuhan 6,59 persen.
Kabupaten Cirebon
Urutan 208 nasional menjadi posisi persentase kemiskinan wilayah ini dengan angka tercatat 10,23 persen, mengalami penurunan 7,00 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan berada di angka 491,60 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat tercatat 30,64 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 8,88 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 229.640 jiwa.
Kabupaten Garut
(Baca: Harga Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga di Kota Bandung Bulan Juni Naik 0,19%)
Dengan persentase kemiskinan 9,39 persen, wilayah ini menempati urutan 239 secara nasional dan mengalami penurunan 3,00 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan tercatat 407,19 ribu rupiah per kapita per bulan, menjadi salah satu yang terendah dibandingkan wilayah lain dalam kelompok perbandingan ini. Pendapatan per kapita mencapai 31,29 juta rupiah per tahun dengan jumlah penduduk miskin 252.560 jiwa.
Kabupaten Majalengka
Urutan 203 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,31 persen dengan penurunan 4,71 persen pada periode terbaru. Garis kemiskinan menjadi yang tertinggi di kelompok ini yaitu 566,57 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 37,08 juta rupiah per tahun, dengan jumlah penduduk miskin tercatat 128.670 jiwa.
Kabupaten Subang
Menempati urutan 242 nasional untuk persentase kemiskinan, angka tercatat 9,23 persen dan mengalami penurunan 2,74 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan berada di angka 449,19 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 34,96 juta rupiah per tahun. Jumlah penduduk miskin tercatat 148.990 jiwa.
Kabupaten Tasikmalaya
Urutan 210 nasional menjadi posisi wilayah ini dengan persentase kemiskinan tercatat 10,15 persen, mengalami penurunan 0,78 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan tercatat 413,18 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita masyarakat mencapai 28,08 juta rupiah per tahun dengan jumlah penduduk miskin 185.990 jiwa.