Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Banggai pada tahun 2024 sebesar 6,56 persen. Angka ini sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 6,94 persen. Dengan jumlah penduduk 374.896 jiwa, terdapat 26.210 jiwa penduduk miskin di Kabupaten Banggai.
Secara historis, angka kemiskinan di Kabupaten Banggai mengalami fluktuasi. Pada periode 2004-2024, persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 18,52 persen. Sementara angka terendah tercatat pada tahun 2024. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2006 sebesar 13,83 persen, dan pertumbuhan terendah terjadi pada tahun 2010 turun 17,4 persen. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), angka kemiskinan saat ini lebih rendah. Namun, jika dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024), angka kemiskinan saat ini sedikit lebih tinggi. Secara nasional, Kabupaten Banggai berada pada peringkat 374 dalam persentase kemiskinan.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Subulussalam Periode 2007 - 2024)
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Sulawesi Tengah, Kabupaten Banggai memiliki persentase kemiskinan yang relatif moderat. Kabupaten Morowali Utara, Morowali, Kota Palu, dan Kabupaten Sigi memiliki persentase kemiskinan yang berdekatan.
Kabupaten Morowali
Kabupaten ini menduduki peringkat 190 secara nasional dalam persentase kemiskinan dengan 11,55 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 14.990 jiwa, lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Banggai. Garis kemiskinan di angka Rp 590.027,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat sebesar Rp 1.00 juta per tahun. Pertumbuhan penduduknya juga cukup tinggi yaitu 6,26 persen.
Kota Palu
Dengan persentase kemiskinan 5,94 persen, Kota Palu menempati peringkat 403 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 24.570 jiwa, sedikit lebih rendah dari Kabupaten Banggai. Garis kemiskinan berada di angka Rp 658.112,00 per kapita per bulan, lebih tinggi dibandingkan Kabupaten Banggai. Pendapatan per kapita tercatat sebesar Rp 83,87 juta per tahun, dengan pertumbuhan 2,08 persen.
(Baca: 4,7% Penduduk di Kota Jakarta Pusat Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Morowali Utara
Kabupaten ini memiliki persentase kemiskinan 11,95 persen dan berada di peringkat 171 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 16.740 jiwa. Garis kemiskinan berada pada angka Rp 594.137,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tercatat sebesar Rp 236,45 juta per tahun. Pertumbuhan penduduknya mencapai 3,4 persen.
Kabupaten Sigi
Persentase kemiskinan di wilayah ini sebesar 12,06 persen, menduduki peringkat 166 secara nasional. Terdapat 29.800 jiwa penduduk miskin di kabupaten ini. Garis kemiskinan berada di angka Rp 463.011,00 per kapita per bulan, lebih rendah dari Kabupaten Banggai. Pendapatan per kapita tercatat sebesar Rp 46,53 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk mencapai 2,09 persen.