Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Bengkalis tahun 2024, menunjukkan persentase penduduk miskin naik sedikit dari 6,31 persen (2023) menjadi 6,36 persen, dengan pertumbuhan 0,79 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 36.560 orang, sementara total penduduk kabupaten naik 3,05 persen menjadi 671.725 jiwa. Rank se-Indonesia untuk persentase kemiskinan adalah 386, dan di pulau Sumatera berada di urutan ke-119.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Demak Menurut Sektor pada 2024)
Data historis kemiskinan Bengkalis periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di tahun 2006 (11,56 persen) dan terendah di tahun 2011 (6,72 persen). Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi di 2005 (-20,98 persen) dan tertinggi di 2006 (34,58 persen). Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 6,33 persen, sedikit lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) yang sebesar 6,39 persen.
Rank se-Indonesia persentase kemiskinan Bengkalis mengalami fluktuasi setiap tahun, mulai dari urutan ke-298 pada 2004 hingga ke-386 pada 2024. Perubahan rank ini disebabkan oleh pergerakan persentase kemiskinan yang naik turun setiap periode, dengan penurunan signifikan pada 2005 dan kenaikan signifikan pada 2006.
Kabupaten Indragiri Hilir
Berada di urutan ke-416 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, dengan angka 5,66 persen yang naik sedikit sebesar 0,35 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 41.050 orang, sementara total penduduk mencapai 705.041 jiwa dengan pertumbuhan 2,14 persen, lebih rendah dari Kabupaten Bengkalis. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp138,69 juta per tahun, dan garis kemiskinan ditetapkan sebesar Rp629,57 ribu per kapita per bulan, yang lebih tinggi dari Bengkalis.
Kabupaten Indragiri Hulu
Menempati rank ke-400 se-Indonesia, persentase kemiskinan turun sedikit sebesar 0,66 persen menjadi 6,02 persen. Jumlah penduduk miskin sebesar 27.530 orang, dengan total penduduk 482.445 jiwa yang tumbuh sebesar 3,43 persen, lebih tinggi dari Bengkalis. Pendapatan per kapita masyarakat adalah Rp129,13 juta per tahun, dan garis kemiskinan sebesar Rp660,35 ribu per kapita per bulan, yang merupakan salah satu tertinggi di provinsi Riau.
(Baca: Harga Gula Pasir Lokal di Pasar Tradisional Periode April 2025-2026)
Kabupaten Kampar
Berada di urutan ke-355 se-Indonesia, persentase kemiskinan turun sedikit sebesar 1,7 persen menjadi 6,92 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 63.740 orang, dengan total penduduk 876.767 jiwa yang tumbuh sebesar 2,58 persen. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp130,11 juta per tahun, dan garis kemiskinan sebesar Rp590,44 ribu per kapita per bulan, yang lebih rendah dari Bengkalis. Pertumbuhan penduduk lebih lambat dibanding Bengkalis, namun jumlah penduduk miskin lebih banyak.
Kabupaten Kuantan Singingi
Menempati rank ke-312 se-Indonesia, persentase kemiskinan turun sedikit sebesar 2,23 persen menjadi 7,89 persen. Jumlah penduduk miskin sebesar 25.560 orang, dengan total penduduk 360.581 jiwa yang tumbuh sebesar 2,74 persen. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp148,88 juta per tahun, dan garis kemiskinan sebesar Rp736,05 ribu per kapita per bulan, yang merupakan tertinggi di antara kabupaten sebanding di Riau. Persentase kemiskinan lebih tinggi dibanding Bengkalis, namun jumlah penduduk miskin lebih sedikit.
Kabupaten Rokan Hilir
Berada di urutan ke-346 se-Indonesia, persentase kemiskinan turun sedikit sebesar 0,85 persen menjadi 7,01 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 53.490 orang, dengan total penduduk 670.692 jiwa yang tumbuh sebesar 2,10 persen. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp152,22 juta per tahun, dan garis kemiskinan sebesar Rp545,80 ribu per kapita per bulan, yang merupakan terendah di antara kabupaten sebanding di Riau. Total penduduk hampir sama dengan Bengkalis, namun jumlah penduduk miskin lebih banyak.
Kabupaten Siak
Menempati rank ke-439 se-Indonesia, persentase kemiskinan turun sedikit sebesar 2,87 persen menjadi 5,08 persen. Jumlah penduduk miskin sebesar 26.720 orang, dengan total penduduk 487.673 jiwa yang tumbuh sebesar 2,75 persen. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp250,38 juta per tahun, yang merupakan tertinggi di antara kabupaten sebanding di Riau, dan garis kemiskinan sebesar Rp595,66 ribu per kapita per bulan. Persentase kemiskinan terendah di antara kabupaten sebanding di Riau, dengan pendapatan per kapita yang jauh lebih tinggi.