Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Banyuwangi Turun 3,31% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 01/01/2026 08:54 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur (2017-2024)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur sebesar 5,76% pada 2024.

Angka tersebut turun 3,31% dari tahun sebelumnya sebesar 9,07%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 2,64%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kabupaten Banyuwangi lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Banyuwangi yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 5,76% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 37 kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Timur, PoU di Kabupaten Banyuwangi ada di urutan ke-13. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Surabaya (2,37%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Situbondo (17,35%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur pada 2024.

  1. Kota Surabaya: 2,37%
  2. Kabupaten Gresik: 2,9%
  3. Kabupaten Sidoarjo: 3,07%
  4. Kota Batu: 3,49%
  5. Kota Pasuruan: 4,29%
  6. Kota Mojokerto: 4,33%
  7. Kota Probolinggo: 4,47%
  8. Kota Malang: 4,99%
  9. Kabupaten Lamongan: 5,3%
  10. Kota Kediri: 5,31%

(Baca: Ini Wilayah Sumatera Barat dengan Angka Kemiskinan Tertinggi Maret 2025)

Data Stories Terkini

Data Populer

Loading...