Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Kapuas Naik 15,41% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 13/02/2026 08:35 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Melansir data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah mencapai 15,41% pada 2025.

Angka tersebut naik 0,64% dari tahun sebelumnya sebesar 14,77%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 0,01%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Kapuas lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Kapuas yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 15,41% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 13 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Tengah, PoU di Kabupaten Kapuas ada di urutan terakhir. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Gunung Mas (4,46%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Tengah pada 2025.

  1. Kabupaten Gunung Mas: 4,46%
  2. Kabupaten Lamandau: 4,58%
  3. Kabupaten Sukamara: 4,72%
  4. Kabupaten Murung Raya: 5,39%
  5. Kabupaten Seruyan: 5,72%
  6. Kota Palangkaraya: 6,44%
  7. Kabupaten Kota Waringin Barat: 6,84%
  8. Kabupaten Barito Timur: 7,17%
  9. Kabupaten Kota Waringin Timur: 7,47%
  10. Kabupaten Katingan: 7,88%

(Baca: Indramayu, Kabupaten dengan Angka Kemiskinan Tertinggi di Jawa Barat 2025)

Data Populer

Loading...