Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Sragen tahun 2024, menunjukkan persentase penduduk miskin turun sedikit menjadi 12,41 persen. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini mencapai 110.650 orang, sedangkan jumlah keseluruhan penduduk adalah 1.021.435 jiwa. Pertumbuhan persentase kemiskinan turun 3,57 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan peringkat se-Indonesia ke-154 dan peringkat di Pulau Jawa ke-20.
(Baca: BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Kalimantan Barat Turun 2,54%(Data Desember 2025))
Data historis kemiskinan Kabupaten Sragen periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi di tahun 2004 sebesar 26,06 persen dan terendah di tahun 2024. Pertumbuhan kemiskinan terendah terjadi di tahun 2010 (-11,22 persen) dan tertinggi di tahun 2021 (3,36 persen). Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 12,74 persen, lebih rendah dibanding rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 12,92 persen. Peringkat se-Indonesia kabupaten ini bergeser dari ke-101 di 2004 ke ke-154 di 2024, menunjukkan peningkatan posisi dalam pengurangan kemiskinan.
Dibandingkan kabupaten tetangga di Jawa Tengah, persentase kemiskinan Kabupaten Sragen (12,41 persen) berada di antara Kabupaten Banyumas (11,95 persen) dan Kabupaten Klaten (12,04 persen). Jumlah penduduk miskin Sragen lebih kecil dari Banjarnegara, Banyumas, Demak, Klaten, dan Purbalingga, tapi lebih besar dari Rembang. Garis kemiskinan tetangga berkisar 398,34 ribu Rupiah per kapita per bulan (Banjarnegara) hingga 535,13 ribu Rupiah per kapita per bulan (Demak), sedangkan pendapatan per kapita berkisar 27,64 juta Rupiah per kapita per tahun (Banjarnegara) hingga 42,74 juta Rupiah per kapita per tahun (Klaten).
Kabupaten Banjarnegara
Peringkat se-Indonesia persentase kemiskinan ke-103, lebih baik dari posisi Kabupaten Sragen. Persentase penduduk miskin di sini mencapai 14,71 persen, turun sedikit 1,28 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin adalah 137.680 orang, dengan jumlah keseluruhan penduduk 1.068.347 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah 398,34 ribu Rupiah per kapita per bulan, naik 4,81 persen tahun lalu. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 27,64 juta Rupiah per kapita per tahun, naik 6,45 persen. Jumlah penduduk miskin di sini lebih besar dari Sragen, menunjukkan tingkat kemiskinan yang lebih tinggi meskipun jumlah penduduk hanya sedikit lebih banyak.
Kabupaten Banyumas
Peringkat se-Indonesia persentase kemiskinan ke-171, posisi terbaik di antara kabupaten tetangga Sragen. Persentase penduduk miskin adalah 11,95 persen, turun sedikit 4,63 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 207.780 orang, dengan jumlah keseluruhan penduduk 1.864.665 jiwa (terbanyak di antara tetangga). Garis kemiskinan di sini adalah 500,86 ribu Rupiah per kapita per bulan, naik 4,56 persen tahun lalu. Pendapatan per kapita masyarakat adalah 40,15 juta Rupiah per kapita per tahun, naik 6,79 persen. Meskipun jumlah penduduk miskin terbanyak, persentasenya lebih rendah karena skala jumlah penduduk yang besar.
Kabupaten Demak
(Baca: Jumlah Sekolah SMA di Jawa Timur 2018 - 2024)
Peringkat se-Indonesia persentase kemiskinan ke-175, posisi kedua terbaik di antara tetangga. Persentase penduduk miskin turun sedikit menjadi 11,89 persen, dengan pertumbuhan turun 1 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin adalah 142.920 orang, jumlah keseluruhan penduduk 1.250.863 jiwa. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah 535,13 ribu Rupiah per kapita per bulan (tertinggi di antara tetangga), naik 4,69 persen tahun lalu. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 28,30 juta Rupiah per kapita per tahun, naik 6,33 persen. Persentase kemiskinan di sini lebih rendah dari Sragen, meskipun jumlah penduduk miskin lebih besar.
Kabupaten Klaten
Peringkat se-Indonesia persentase kemiskinan ke-167, posisi ketiga terbaik di antara tetangga. Persentase penduduk miskin turun sedikit menjadi 12,04 persen, dengan pertumbuhan turun 1,95 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin adalah 141.840 orang, jumlah keseluruhan penduduk 1.300.142 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah 505,82 ribu Rupiah per kapita per bulan, naik 3,63 persen tahun lalu. Pendapatan per kapita masyarakat adalah 42,74 juta Rupiah per kapita per tahun (tertinggi di antara tetangga), naik 7,05 persen. Tingkat kemiskinan di sini lebih rendah dari Sragen, didukung oleh pendapatan per kapita yang tinggi.
Kabupaten Purbalingga
Peringkat se-Indonesia persentase kemiskinan ke-116, posisi lebih buruk dari Sragen. Persentase penduduk miskin turun sedikit menjadi 14,18 persen, dengan pertumbuhan turun 5,4 persen tahun lalu (terbesar penurunan di antara tetangga). Jumlah penduduk miskin adalah 136.720 orang, jumlah keseluruhan penduduk 1.053.565 jiwa. Garis kemiskinan di sini adalah 460,87 ribu Rupiah per kapita per bulan, naik 4,93 persen tahun lalu. Pendapatan per kapita masyarakat adalah 32,15 juta Rupiah per kapita per tahun, naik 5,77 persen. Meskipun penurunan kemiskinan cukup signifikan, persentase kemiskinan masih lebih tinggi dari Sragen.
Kabupaten Rembang
Peringkat se-Indonesia persentase kemiskinan ke-121, posisi lebih buruk dari Sragen. Persentase penduduk miskin turun sedikit menjadi 14,02 persen, dengan pertumbuhan turun 1,06 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin adalah 91.450 orang (terkecil di antara tetangga), jumlah keseluruhan penduduk 662.787 jiwa (terkecil di antara tetangga). Garis kemiskinan di sini adalah 518,61 ribu Rupiah per kapita per bulan, naik 8,61 persen tahun lalu (terbesar kenaikan di antara tetangga). Pendapatan per kapita masyarakat adalah 38,78 juta Rupiah per kapita per tahun, naik 6,08 persen. Meskipun jumlah penduduk miskin terkecil, persentase kemiskinan lebih tinggi dari Sragen karena jumlah penduduk yang kecil.