Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Pasuruan Capai 4,29% pada 2024

1
Irfan Fadhlurrahman 12/01/2026 13:13 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Pasuruan, Jawa Timur (2017-2024)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Pasuruan, Jawa Timur mencapai 4,29% pada 2024.

Angka tersebut turun 1,67% dari tahun sebelumnya sebesar 5,96%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 0,59%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kota Pasuruan lebih rendah dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kota Pasuruan yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 4,29% dari total penduduk.

Dibanding 37 kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Timur, PoU di Kota Pasuruan ada di urutan ke-5. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Surabaya (2,37%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Situbondo (17,35%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Jawa Timur pada 2024.

  1. Kota Surabaya: 2,37%
  2. Kabupaten Gresik: 2,9%
  3. Kabupaten Sidoarjo: 3,07%
  4. Kota Batu: 3,49%
  5. Kota Pasuruan: 4,29%
  6. Kota Mojokerto: 4,33%
  7. Kota Probolinggo: 4,47%
  8. Kota Malang: 4,99%
  9. Kabupaten Lamongan: 5,3%
  10. Kota Kediri: 5,31%

(Baca: Skor Indeks Pembangunan TIK Indonesia Naik pada 2024)

Data Populer

Loading...