Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Lubuk Linggau Turun 2,21% dalam 5 Tahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan sebesar 6,9% pada 2024.
Angka tersebut turun 0,94% dari tahun sebelumnya sebesar 7,84%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 2,21%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kota Lubuk Linggau lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kota Lubuk Linggau yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 6,9% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 16 kabupaten/kota lain di Provinsi Sumatera Selatan, PoU di Kota Lubuk Linggau ada di urutan ke-9. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Palembang (3,36%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Empat Lawang (13,91%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sumatera Selatan pada 2024.
- Kota Palembang: 3,36%
- Kabupaten Banyuasin: 4,21%
- Kabupaten Musi Banyuasin: 4,41%
- Kabupaten Muara Enim: 4,86%
- Kabupaten Lahat: 5,55%
- Kabupaten Ogan Komering Ilir: 5,77%
- Kabupaten Musi Rawas Utara: 6,5%
- Kabupaten Musi Rawas: 6,83%
- Kota Lubuk Linggau: 6,9%
- Kota Pagar Alam: 6,91%
(Baca: Indeks Pembangunan Kebudayaan Nasional Naik ke Level 57,13 pada 2023)