Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi Malam Ini (Rabu, 7 Januari 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur kembali erupsi pada Rabu (7/1/2026) pukul 18.02 WITA. Dalam sepekan terakhir, Gunung Ili Lewotolok sudah erupsi 5 kali.
Berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 1.923 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 17,5 milimeter dan durasi 74 detik.
(Baca: 5 Provinsi dengan Titik Panas Karhutla di Ekosistem Gambut Terbanyak sampai Agustus 2025)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Ili Lewotolok di Level II (Waspada). Pengamatan kegempaan pada 7 Januari 2026 pukul 00.00-23.59 WITA menunjukkan terjadi 218 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 13,7-35,2 milimeter dan lama gempa 35-99 detik.
Kemudian, 299 kali gempa hembusan dengan amplitudo 1,7-13,8 milimeter dan lama gempa 25-60 detik serta 2 kali harmonik dengan amplitudo 2,3-7,5 milimeter dan lama gempa 93-102 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok, serta sektoral selatan-tenggara dan barat sejauh 2,5 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 101 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (58 kali letusan) sedangkan Gunung Ili Lewotolok erupsi 5 kali.
(Baca: Indikasi Luas Karhutla di Kalimantan Timur sampai Juni 2025)