Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kepulauan Aru Turun 7,11% dalam 5 Tahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 23/04/2026 08:48 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Kepulauan Aru Provinsi Maluku (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku sebesar 33,31% pada 2025.

Angka tersebut turun 0,08% dari tahun sebelumnya sebesar 33,39%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 7,11%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Kepulauan Aru lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Kepulauan Aru yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 33,31% dari total penduduk.

Dibanding 10 kabupaten/kota lain di Provinsi Maluku, PoU di Kabupaten Kepulauan Aru ada di urutan ke-8. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Ambon (24,78%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Buru Selatan (36,17%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Maluku pada 2025.

  1. Kota Ambon: 24,78%
  2. Kabupaten Maluku Tengah: 30,26%
  3. Kota Tual: 30,73%
  4. Kabupaten Maluku Barat Daya: 30,73%
  5. Kabupaten Maluku Tenggara: 30,99%
  6. Kabupaten Buru: 32,36%
  7. Kabupaten Seram Bagian Barat: 32,94%
  8. Kabupaten Kepulauan Aru: 33,31%
  9. Kabupaten Seram Bagian Timur: 33,63%
  10. Kabupaten Kepulauan Tanimbar: 35,76%

(Baca: Proyeksi Jumlah Penduduk di 38 Provinsi Indonesia Tahun 2025)

Data Populer

Loading...