KLHK: Jumlah Hotspot di Indonesia Capai 929 Dalam 24 Jam Terakhir (Rabu, 25 Maret 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 25/03/2026 11:47 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 929 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 214 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Rabu (25/3/2026) pukul 11.47 WIB. Dari 929 titik panas terdeteksi, 33 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 800 titik skala sedang, dan 96 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Kualitas Udara di Bangladesh Paling Buruk se-Dunia, Bagaimana Indonesia?)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Barat sebanyak 393 titik. Riau menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 201 titik. Kepulauan Riau berada di posisi ketiga sebanyak 69 titik panas.

Sebanyak 33 titik panas terdeteksi di Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah menyusul dengan 31 titik panas, serta Aceh dan Bengkulu masing-masing memiliki 29 dan 28 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Kualitas Udara Jakarta Pagi Ini Terburuk Kedua di Dunia (Jumat, 17 Juni 2022))

Data Populer

Loading...