Waspada! Pagi Ini Gunung Marapi Kembali Erupsi (Minggu, 18 Januari 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Minggu (18/1/2026) pukul 10.51 WIB. Dalam sepekan terakhir, Gunung Marapi sudah erupsi 3 kali.
Berdasarkan informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar 300 meter di atas puncak atau 3.191 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal ke arah utara dan timur laut. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 7 milimeter dan durasi 145 detik.
(Baca: Luas Sawah, Lahan, dan Kebun RI yang Rusak karena Banjir 2020-2024)
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Marapi di Level II (Waspada). Pengamatan kegempaan pada 18 Januari 2026 pukul 00.00-23.59 WIB menunjukkan terjadi 1 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 1 milimeter dan lama gempa 14 detik.
Kemudian, 3 kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 2-13,4 milimeter s-p 2,6-4,6 detik dan lama gempa 23-25 detik serta 2 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 1,6-13,1 milimeter s-p 14,7 detik dan lama gempa 82-100 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 253 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (141 kali letusan) sedangkan Gunung Marapi erupsi 6 kali.
(Baca: Sebaran Korban Meninggal karena Banjir dan Longsor di Aceh (9 Desember 2025))