Gunung Marapi Erupsi pada Kamis Dini Hari, Tingkat Aktivitas di Level Waspada
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali erupsi pada Kamis (19/3/2026) pukul 02.29 WIB. Dalam sepekan terakhir, Gunung Marapi hanya sekali erupsi.
Melansir informasi letusan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui aplikasi MAGMA Indonesia, tinggi kolom abu teramati sekitar None meter di atas puncak atau None meter di atas permukaan laut.
Visual letusan tidak teramati. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 3,5 milimeter dan durasi 22 detik.
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, tingkat aktivitas Gunung Marapi di Level II (Waspada). Pengamatan kegempaan pada 19 Maret 2026 pukul 00.00-23.59 WIB menunjukkan terjadi 1 kali gempa hembusan dengan amplitudo 2,3 milimeter dan lama gempa 33 detik.
Kemudian, 1 kali tremor non-harmonik dengan amplitudo 2,3 milimeter dan lama gempa 215 detik serta 1 kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 2,3 milimeter dan lama gempa 10 detik.
PVMBG menghimbau masyarakat di sekitar Gunung Marapi dan pengunjung/wisatawan dan pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 3 kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek) Gunung Marapi.
Selama tahun 2026, MAGMA Indonesia telah merekam 1.083 letusan/erupsi gunung api di seluruh Indonesia. Gunung Semeru di Jawa Timur paling banyak erupsi (584 kali letusan) sedangkan Gunung Marapi erupsi 28 kali.
(Baca: Gempa Bumi Berkekuatan 4.5 M Guncang 14 Km Utara Dari San Carlos,)