Kementerian LHK: Jumlah Titik Panas di Indonesia Capai 1.779 Dalam 24 Jam Terakhir (Minggu, 31 Agustus 2025)

1
Irfan Fadhlurrahman 31/08/2025 11:30 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Titik Panas Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 1.779 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini berkurang 596 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Minggu (31/8/2025) pukul 11.30 WIB. Dari 1.779 titik panas terdeteksi, 20 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 1629 titik skala sedang, dan 130 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Banjir Masih Jadi Bencana Terbanyak di Indonesia hingga Maret 2025 )

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Barat sebanyak 769 titik. Nusa Tenggara Timur menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 292 titik. Nusa Tenggara Barat berada di posisi ketiga sebanyak 226 titik panas.

Sebanyak 106 titik panas terdeteksi di Kalimantan Tengah, Sulawesi Tenggara menyusul dengan 81 titik panas, serta Sulawesi Selatan dan Jawa Timur masing-masing memiliki 77 dan 65 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Ada 31 Bencana di Indonesia pada Akhir Mei 2024, Banjir Mendominasi)

Data Populer

Loading...