Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Boyolali Naik 0,6% Setahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 27/08/2026 08:53 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Boyolali Provinsi Jawa Tengah (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah mencapai 9,7% pada 2025.

Angka tersebut naik 0,6% dari tahun sebelumnya sebesar 9,1%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 2,89%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Boyolali lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Boyolali yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 9,7% dari total penduduk.

Dibanding 34 kabupaten/kota lain di Provinsi Jawa Tengah, PoU di Kabupaten Boyolali ada di urutan ke-27. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Semarang (4,06%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Blora (13,9%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Jawa Tengah pada 2025.

  1. Kota Semarang: 4,06%
  2. Kota Salatiga: 4,67%
  3. Kabupaten Pekalongan: 5,47%
  4. Kota Tegal: 5,6%
  5. Kabupaten Kudus: 5,73%
  6. Kota Surakarta: 5,8%
  7. Kabupaten Batang: 5,93%
  8. Kabupaten Karanganyar: 6,09%
  9. Kota Pekalongan: 6,67%
  10. Kabupaten Pemalang: 6,77%

(Baca: 69% Penduduk Indonesia Tergolong Usia Produktif pada Semester I 2026)

Data Stories Terkini
Databoks Premium
Databoks Premium
Energi 27/08/2026, 8:41 WIB

Data Pasar

Macro update by
27 August 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jul) 2,88% -0.46
Inflasi mom (Jul) -0,14% -0.58
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Mar) 8,07% -0.18
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.715 -0.12
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Neraca perdagangan (Jun) -450,50 -72.02
Ekspor Migas (Jun) 1,07 +40.52
Impor Migas (Jun) 4,56 +0.96
Ekspor (Jun) 25,46 +9.72
Impor (Jun) 25,91 +4.41
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jul) 116,16 +1.32

Data Populer

Loading...