Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengeluaran per kapita per bulan untuk makanan dan minuman jadi di Kabupaten Gunung Kidul pada tahun 2025 mencapai 202121 Rupiah. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 24,6 persen dibandingkan tahun 2024. Kenaikan ini merupakan nilai kenaikan tertinggi sepanjang catatan data sejak tahun 2018 di wilayah tersebut.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kab. Temanggung | 2025)
Sepanjang periode 2018 hingga 2025, catatan pengeluaran kategori ini mengalami pergerakan naik turun. Pada tahun 2021 tercatat pengeluaran terendah yaitu sebesar 119207 Rupiah per kapita per bulan. Setelah tahun 2021, secara berturut-turut pengeluaran kategori ini terus naik hingga tahun 2025. Pada tahun 2020 terjadi penurunan sedikit, kemudian turun cukup dalam pada tahun 2021 sebelum kembali mengalami kenaikan secara konsisten.
Nilai pengeluaran makanan dan minuman jadi tahun 2025 di Kabupaten Gunung Kidul menempati urutan ke 4 dari 5 kabupaten dan kota di lingkungan Provinsi DI Yogyakarta. Secara nasional wilayah ini berada di peringkat 233 dari seluruh kabupaten kota di Indonesia, sedangkan secara tingkat pulau Jawa menempati urutan ke 91. Peringkat ini tidak mengalami perubahan dibandingkan posisi pada tahun sebelumnya.
Dari seluruh kabupaten kota di DI Yogyakarta, hanya Kabupaten Gunung Kidul yang mencatat kenaikan pertumbuhan pengeluaran makanan dan minuman jadi pada tahun 2025. Tiga wilayah lain yaitu Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Kulonprogo mencatat penurunan, sedangkan Kabupaten Sleman hanya mencatat kenaikan sedikit sebesar 2,6 persen. Selisih nilai pengeluaran Kabupaten Gunung Kidul dengan wilayah di peringkat atas juga semakin mengecil pada tahun ini.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Aneka Barang dan Jasa Kab. Mesuji | 2025)
Perbandingan Pengeluaran Total Antar Wilayah DIY
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat untuk total pengeluaran per kapita makanan dan bukan makanan pada tahun 2025, Kabupaten Gunung Kidul berada di urutan ke empat seprovinsi dengan nilai 1395640 Rupiah per bulan. Wilayah ini mencatat pertumbuhan sebesar 8,9 persen, satu-satunya pertumbuhan positif di atas 5 persen di seluruh wilayah DIY pada tahun yang sama. Peringkat pertama masih dipegang Kabupaten Sleman dengan total pengeluaran mencapai 2871906 Rupiah, disusul Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, dan posisi paling akhir adalah Kabupaten Kulonprogo.
Trend Pengeluaran Makanan
Untuk kategori pengeluaran makanan secara keseluruhan, Kabupaten Gunung Kidul juga mencatat pertumbuhan sebesar 11,2 persen pada tahun 2025. Semua wilayah lain di DI Yogyakarta justru mencatat penurunan untuk kategori ini, dengan penurunan terbesar terjadi di Kota Yogyakarta sebesar 8,5 persen. Meskipun masih menempati urutan ke empat seprovinsi, celah nilai pengeluaran antara Kabupaten Gunung Kidul dengan wilayah di atasnya semakin mengecil selama dua tahun terakhir.
Pengeluaran Bukan Makanan
Pada kategori pengeluaran bukan makanan, Kabupaten Gunung Kidul mencatat pertumbuhan sebesar 6,5 persen pada tahun 2025. Angka ini menjadi pertumbuhan tertinggi dibandingkan empat wilayah lain di provinsi yang sama. Sementara itu Kota Yogyakarta justru mengalami penurunan sebesar 6,6 persen, dan Kabupaten Kulonprogo juga mencatat penurunan sedikit. Peringkat untuk kategori ini masih tidak berubah dibandingkan tahun sebelumnya, dengan Kabupaten Sleman tetap berada di urutan pertama.