Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kabupaten Cianjur Jawa Barat tahun 2025. Persentase penduduk miskin berada di angka 9,82 persen, turun sedikit dari tahun sebelumnya yang tercatat 10,14 persen dengan pertumbuhan minus 3,16 persen. Jumlah penduduk miskin saat ini tercatat 232.610 jiwa, berkurang 6.690 jiwa dari periode sebelumnya.
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini pernah mencatat nilai tertinggi pada tahun 2006 sebesar 19,81 persen. Nilai terendah tercatat pada tahun 2019 sebesar 9,15 persen. Pada tahun 2020 dan 2021 angka kemiskinan mengalami kenaikan berturut-turut sebelum kembali turun secara bertahap hingga tahun 2025.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Minahasa Selatan | 2004 - 2025)
Ranking persentase kemiskinan Kabupaten Cianjur secara nasional saat ini berada di urutan 229 dari total 514 kabupaten/kota di Indonesia. Selama 21 tahun pengamatan, ranking wilayah ini pernah berada di posisi terbaik 285 pada tahun 2019, dan posisi terburuk di urutan 191 pada tahun 2006.
Kabupaten Cirebon
Berada di ranking 208 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,23 persen dengan penurunan sebesar 7,00 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 229.640 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar 491,60 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 30,64 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 8,88 persen.
Kabupaten Garut
Ranking 239 secara nasional mencatatkan persentase kemiskinan 9,39 persen, turun 3,00 persen dibanding periode sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 252.560 jiwa menjadi yang tertinggi di kelompok wilayah perbandingan ini. Garis kemiskinan berada di 407,19 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 31,29 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Subang
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Jawa Barat Desember 2025: Naik Jadi Rp.547,75 Ribu per Kapita/Bulan)
Menempati urutan 242 secara nasional, angka kemiskinan tercatat 9,23 persen dengan penurunan 2,74 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin sebesar 148.990 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan 449,19 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita wilayah ini tercatat 34,96 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 5,81 persen.
Kabupaten Sumedang
Ranking nasional berada di urutan 254, dengan persentase kemiskinan 8,81 persen turun 3,19 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 105.820 jiwa menjadi yang terendah di kelompok ini. Pendapatan per kapita mencapai 42,65 juta rupiah per tahun, menjadi nilai tertinggi dibanding seluruh kabupaten pada kelompok perbandingan.
Kabupaten Tasikmalaya
Pada urutan 210 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 10,15 persen hanya turun sedikit 0,78 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 185.990 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan 413,18 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat berada di angka 28,08 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 8,35 persen.
Kabupaten Bandung Barat
Berada di ranking 228 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 9,87 persen dengan penurunan sebesar 5,91 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 169.660 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan 471,10 ribu rupiah per kapita per bulan. Pendapatan per kapita wilayah ini tercatat 34,55 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,30 persen.