Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester 2025 untuk Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Persentase penduduk miskin tahun ini tercatat 8,26 persen, turun 0,71 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin tercatat 17.670 jiwa, berkurang sebanyak 1.460 jiwa dibandingkan periode 2024.
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan Jawa Barat Desember 2025: Naik Jadi Rp.547,75 Ribu per Kapita/Bulan)
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini mengalami pergerakan naik turun. Nilai tertinggi tercatat pada tahun 2007 sebesar 13,61 persen, sedangkan nilai terendah dicapai pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada 2025 sebesar minus 7,92 persen, sedangkan pertumbuhan tertinggi tercatat pada 2006 sebesar 25,23 persen.
Saat ini Kabupaten Minahasa Selatan berada pada peringkat 279 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase penduduk miskin. Peringkat ini bergeser sedikit turun 9 peringkat dibandingkan posisi tahun 2024 yang berada di urutan 270. Selama 5 tahun terakhir, rata-rata persentase kemiskinan wilayah ini berada di angka 8,90 persen, sehingga capaian tahun 2025 berada di bawah rata-rata tersebut.
Kabupaten Bolaang Mongondow Utara
Berada di peringkat 323 se-Indonesia, persentase kemiskinan tercatat 7,15 persen dengan penurunan sebesar 9,26 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 6.030 jiwa, garis kemiskinan sebesar Rp 364,58 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini tercatat Rp 43,74 juta per tahun, dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 7,62 persen pada periode terakhir.
Kabupaten Boloang Mongondow
Peringkat 328 se-Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 6,98 persen dan penurunan sebesar 9,82 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin sebanyak 18.400 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar Rp 454,50 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 48,35 juta per tahun, mengalami pertumbuhan 8,07 persen dibanding periode sebelumnya.
(Baca: 8% Penduduk di Kabupaten Barru Masuk Kategori Miskin)
Kabupaten Kep. Siau Tagulandang Biaro
Berada di peringkat 277 se-Indonesia, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 8,32 persen dan tidak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin sebanyak 5.640 jiwa, garis kemiskinan sebesar Rp 415,65 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 49,78 juta per tahun dengan pertumbuhan sebesar 8,53 persen pada periode terakhir.
Kabupaten Kepulauan Talaud
Menempati peringkat 276 se-Indonesia, persentase kemiskinan tercatat 8,34 persen dengan kenaikan sebesar 2,08 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 7.950 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar Rp 396,99 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini tercatat Rp 34,23 juta per tahun dengan pertumbuhan 8,61 persen pada periode terakhir.
Kabupaten Minahasa Tenggara
Berada di peringkat 203 se-Indonesia, persentase kemiskinan tercatat 10,31 persen dengan penurunan sebesar 12,03 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 11.090 jiwa, garis kemiskinan sebesar Rp 426,99 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini tercatat Rp 65,79 juta per tahun dengan pertumbuhan 7,73 persen pada periode terakhir.
Kabupaten Minahasa Utara
Menempati peringkat 379 se-Indonesia, persentase kemiskinan tercatat 6,05 persen dengan penurunan sebesar 12,95 persen dibanding tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin mencapai 12.500 jiwa, garis kemiskinan ditetapkan sebesar Rp 453,32 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat wilayah ini tercatat Rp 94,92 juta per tahun dengan pertumbuhan 8,73 persen pada periode terakhir.