Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kabupaten Alor tahun 2025 berada di angka 18,29 persen. Angka ini turun 7,95 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 3.210 jiwa dari total 41.890 jiwa pada tahun 2024. Secara nasional, kabupaten ini menempati peringkat 56 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
Selama periode 2004 sampai 2025, persentase kemiskinan di wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi 30,99 persen pada tahun 2006. Angka terendah sepanjang catatan sejarah tercatat pada tahun 2025 ini. Pertumbuhan penurunan kemiskinan terbesar juga terjadi pada tahun 2025, yaitu sebesar 7,95 persen. Sementara itu pertumbuhan kenaikan kemiskinan tertinggi terjadi tahun 2015 sebesar 17,66 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Sintang | 2004 - 2025)
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir berada di angka 19,38 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir sebesar 19,89 persen. Peringkat nasional wilayah ini relatif stabil di rentang 50 sampai 60 selama 6 tahun terakhir, setelah sebelumnya pernah menempati peringkat 101 pada tahun 2011. Tidak ada pergeseran peringkat signifikan dalam 3 tahun terakhir.
Kabupaten Ende
Wilayah ini menempati peringkat 45 secara nasional untuk persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 21,31 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 58.920 jiwa dengan penurunan sebesar 5,53 persen tahun lalu. Garis kemiskinan berada di angka 549,36 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 30,22 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 7,69 persen.
Kabupaten Kupang
Peringkat 52 secara nasional menjadi posisi wilayah ini untuk indikator persentase kemiskinan, dengan nilai tercatat 20,32 persen. Terdapat penurunan persentase kemiskinan sebesar 4,91 persen pada periode terakhir, dengan total penduduk miskin mencapai 87.500 jiwa. Garis kemiskinan tercatat 504,86 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita penduduk berada pada angka 28,50 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Manggarai Barat
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Kendari | 2004 - 2025)
Pada peringkat 73 nasional, persentase kemiskinan tercatat 16,09 persen dengan penurunan 3,88 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 49.550 jiwa. Garis kemiskinan berada pada angka 477,23 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita penduduk tercatat 17,76 juta rupiah per tahun dengan pertumbuhan 6,57 persen.
Kabupaten Manggarai
Wilayah ini menempati peringkat 58 secara nasional dengan persentase kemiskinan 18,10 persen, sedikit lebih rendah dibandingkan Kabupaten Alor. Terdapat penurunan kemiskinan sebesar 4,79 persen pada tahun terakhir, dengan total penduduk miskin 65.810 jiwa. Garis kemiskinan tercatat 472,89 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita penduduk 18,76 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Timor Tengah Utara
Berada di peringkat 53 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 20,17 persen dengan penurunan 3,45 persen pada periode terakhir. Jumlah penduduk miskin mencapai 53.440 jiwa. Garis kemiskinan tercatat 516,06 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita penduduk berada pada angka 19,77 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Malaka
Peringkat 109 secara nasional, wilayah ini mencatat persentase kemiskinan 13,52 persen dengan penurunan 2,87 persen tahun lalu. Jumlah penduduk miskin tercatat 28.050 jiwa, angka terendah di antara seluruh kabupaten dalam perbandingan ini. Garis kemiskinan tercatat 494,02 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita penduduk 20,66 juta rupiah per tahun.