Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Toba Samosir sedikit naik menjadi 8,07 persen pada tahun 2024. Kenaikan ini sebesar 0,37 persen dari tahun sebelumnya. Meski demikian, dengan jumlah penduduk 219.148 jiwa, persentase ini mencerminkan bahwa 15.030 jiwa berada dalam kategori miskin.
Dibandingkan dengan kabupaten lain di Pulau Sumatera, Kabupaten Toba Samosir berada di peringkat 88 dalam hal persentase kemiskinan dan peringkat 307 secara nasional. Pertumbuhan persentase penduduk miskin sebesar 0,6 persen lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Secara historis, angka kemiskinan di Toba Samosir menunjukkan fluktuasi.
(Baca: 3,19% Penduduk di Kota Pekanbaru Masuk Kategori Miskin)
Dalam rentang waktu 2004-2024, persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu 20,37 persen. Sedangkan persentase terendah terjadi pada tahun 2023 sebesar 8,04 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan terendah terjadi pada tahun 2005 dengan -6,77 persen, dan pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2024 dengan 0,37 persen. Dibandingkan dengan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024), persentase kemiskinan saat ini lebih rendah. Namun, jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024), persentase kemiskinan saat ini sedikit lebih tinggi.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Sumatera Utara yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Toba Samosir berada di antara Kabupaten Humbang Hasundutan (8,44 persen) dan Kabupaten Labuhan Batu (7,84 persen). Posisi ini menunjukkan bahwa penanganan kemiskinan di Toba Samosir perlu mendapatkan perhatian lebih, agar tidak tertinggal dari daerah lain.
Kabupaten Humbang Hasundutan
Kabupaten Humbang Hasundutan mencatatkan persentase kemiskinan 8,44 persen dan menempati urutan ke-290 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini mencapai 16.780 jiwa dengan pertumbuhan negatif turun 2,1 persen. Jumlah penduduk Humbang Hasundutan adalah 209.317 jiwa, menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,06 persen. Garis kemiskinan di Humbang Hasundutan adalah Rp 487.256,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp 39,95 juta per tahun. Terlihat adanya pertumbuhan pendapatan per kapita sebesar 6,83 persen, yang mengindikasikan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara umum.
Kabupaten Labuhan Batu
Dengan persentase kemiskinan 7,84 persen, Kabupaten Labuhan Batu menduduki peringkat 317 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini mencapai 42.450 jiwa, dengan pertumbuhan negatif turun 0,31 persen. Jumlah penduduk Labuhan Batu adalah 511.704 jiwa, dengan pertumbuhan 0,99 persen. Garis kemiskinan di Labuhan Batu adalah Rp 556.900,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 97,59 juta per tahun, tumbuh 9,58 persen.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Rote Ndao Periode 2004 - 2024)
Kota Medan
Kota Medan memiliki persentase kemiskinan 7,94 persen, menduduki peringkat 311 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kota ini mencapai 187.040 jiwa, dengan pertumbuhan negatif turun 0,13 persen. Kota Medan memiliki jumlah penduduk terbesar di antara kabupaten lain yang dibandingkan, yaitu 2.539.829 jiwa dengan pertumbuhan 0,37 persen. Garis kemiskinan di Medan adalah Rp 695.295,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Medan mencapai Rp 132,57 juta per tahun, tumbuh 8,14 persen.
Kabupaten Padang Lawas
Kabupaten Padang Lawas memiliki persentase kemiskinan 7,87 persen, menduduki peringkat 315 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini mencapai 24.960 jiwa dengan pertumbuhan sebesar 1,84 persen. Dengan jumlah penduduk 268.427 jiwa, Padang Lawas mencatatkan pertumbuhan penduduk sebesar 1,3 persen. Garis kemiskinan di kabupaten ini adalah Rp 483.395,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Padang Lawas mencapai Rp 65,29 juta per tahun, dengan pertumbuhan tertinggi dibandingkan wilayah lain, yaitu 11,59 persen.
Kabupaten Tapanuli Utara
Kabupaten Tapanuli Utara memiliki persentase kemiskinan 8,21 persen, menduduki peringkat 301 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini mencapai 25.510 jiwa, dengan pertumbuhan negatif turun 3,33 persen. Jumlah penduduk Tapanuli Utara tercatat 329.252 jiwa, tumbuh 1,73 persen. Garis kemiskinan di Tapanuli Utara adalah Rp 531.593,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 34,49 juta per tahun, meningkat 6,25 persen.
Kabupaten Asahan
Kabupaten Asahan mencatatkan persentase kemiskinan 8,12 persen dan menempati urutan ke-305 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini mencapai 61.340 jiwa dengan pertumbuhan negatif turun 0,57 persen. Jumlah penduduk Asahan adalah 797.101 jiwa, menunjukkan pertumbuhan sebesar 0,62 persen. Garis kemiskinan di Asahan adalah Rp 454.298,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakatnya mencapai Rp 70,61 juta per tahun, tumbuh 10,51 persen.