Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data tahun 2024 menunjukkan persentase kemiskinan di Kabupaten Kediri turun menjadi 9,95 persen, sedikit berkurang 0,77 persen dari tahun 2023 (10,72 persen) dengan pertumbuhan -7,18 persen. Jumlah penduduk miskin turun menjadi 159.270 orang, sedangkan total penduduk naik sedikit menjadi 1.688.468 jiwa dengan pertumbuhan 0,56 persen. Kabupaten Kediri berada di peringkat 46 di Pulau Jawa dan 241 se-Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan.
(Baca: Persentase Penduduk Miskin di Perkotaan Periode 2013-2025)
Data historis kemiskinan di Kabupaten Kediri periode 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2006 (19,28 persen) dan terendah pada 2024 (9,95 persen). Anomali terjadi pada 2020, di mana persentase kemiskinan naik sedikit dari 10,42 persen (2019) menjadi 11,4 persen dengan pertumbuhan 9,4 persen setelah beberapa tahun penurunan. Pertumbuhan kemiskinan tertinggi terjadi pada 2006 (9,3 persen) dan terendah pada 2024 (-7,18 persen).
Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir (2022-2024) di Kabupaten Kediri adalah 10,44 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) adalah 10,87 persen, sehingga kondisi 2024 lebih baik dibandingkan kedua rata-rata tersebut. Peringkat kemiskinan se-Indonesia berfluktuatif, mulai dari 194 pada 2004 hingga 241 pada 2024.
Dibandingkan kabupaten sekitarnya di Jawa Timur, persentase kemiskinan Kabupaten Kediri (9,95 persen) sedikit lebih rendah daripada Gresik (10,32 persen), Nganjuk (10,17 persen), Trenggalek (10,5 persen), namun sedikit lebih tinggi daripada Magetan (9,32 persen), Ponorogo (9,11 persen), Mojokerto (9,37 persen). Jumlah penduduk miskin di Kediri lebih banyak daripada semua tetangganya karena populasinya yang lebih besar.
Kabupaten Gresik
Berada di peringkat 231 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan 10,32 persen, dengan jumlah penduduk miskin 142.390 orang (pertumbuhan -4,91%). Jumlah penduduknya 1.309.168 jiwa, pertumbuhan 0,96%. Garis kemiskinan Rp608,83 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita Rp13,83 juta per tahun. Persentase kemiskinan sedikit lebih tinggi daripada Kediri, namun jumlah miskin lebih kecil karena populasi lebih sedikit.
Kabupaten Magetan
(Baca: PDRB ADHB Sektor Ketenagalistrikan Periode 2013-2024)
Berada di peringkat 257 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan 9,32 persen, dengan jumlah penduduk miskin 59.510 orang (pertumbuhan -4,77%). Jumlah penduduknya 692.298 jiwa, pertumbuhan 0,10%. Garis kemiskinan Rp455,12 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita Rp3,59 juta per tahun. Persentase kemiskinan sedikit lebih rendah daripada Kediri, dengan jumlah miskin paling kecil di kelompok ini.
Kabupaten Mojokerto
Berada di peringkat 255 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan 9,37 persen, dengan jumlah penduduk miskin 108.720 orang (pertumbuhan -3,67%). Jumlah penduduknya 1.152.913 jiwa, pertumbuhan 1,18%. Garis kemiskinan Rp508,62 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita Rp9,80 juta per tahun. Persentase kemiskinan sedikit lebih tinggi daripada Magetan dan Ponorogo, namun lebih rendah daripada Kediri.
Kabupaten Nganjuk
Berada di peringkat 235 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan 10,17 persen, dengan jumlah penduduk miskin 108.370 orang (pertumbuhan -6,46%). Jumlah penduduknya 1.148.611 jiwa, pertumbuhan 0,79%. Garis kemiskinan Rp539,71 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita Rp3,20 juta per tahun. Persentase kemiskinan sedikit lebih tinggi daripada Kediri, dengan jumlah miskin hampir sama dengan Mojokerto.
Kabupaten Ponorogo
Berada di peringkat 262 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan 9,11 persen, dengan jumlah penduduk miskin 80.050 orang (pertumbuhan -4,37%). Jumlah penduduknya 977.724 jiwa, pertumbuhan 0,46%. Garis kemiskinan Rp413,62 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita Rp2,81 juta per tahun. Persentase kemiskinan terendah di kelompok ini, dengan garis kemiskinan juga paling rendah.
Kabupaten Trenggalek
Berada di peringkat 224 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan 10,5 persen, dengan jumlah penduduk miskin 73.750 orang (pertumbuhan -1,11%). Jumlah penduduknya 757.444 jiwa, pertumbuhan 0,28%. Garis kemiskinan Rp434,15 ribu per kapita per bulan, pendapatan per kapita Rp3,27 juta per tahun. Persentase kemiskinan tertinggi di kelompok ini, namun jumlah miskin lebih kecil daripada Kediri.