Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Kota Tangerang Selatan Naik 3,13% pada 2024

1
Irfan Fadhlurrahman 18/01/2026 13:07 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Tangerang Selatan Provinsi Banten (2017-2024)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Tangerang Selatan, Banten mencapai 3,13% pada 2024.

Angka tersebut naik 1,21% dari tahun sebelumnya sebesar 1,92%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,01%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kota Tangerang Selatan lebih rendah dibanding rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kota Tangerang Selatan yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 3,13% dari total penduduk.

Dibanding 7 kabupaten/kota lain di Provinsi Banten, PoU di Kota Tangerang Selatan ada di urutan terakhir. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Tanggerang (1,89%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Banten pada 2024.

  1. Kota Tanggerang: 1,89%
  2. Kota Cilegon: 1,96%
  3. Kabupaten Serang: 2,13%
  4. Kota Serang: 2,18%
  5. Kabupaten Tanggerang: 2,22%
  6. Kabupaten Lebak: 2,52%
  7. Kabupaten Pandeglang: 2,7%
  8. Kota Tangerang Selatan: 3,13%

(Baca: Populasi Jepang Didominasi Orang Tua, Anak-Anak Sangat Sedikit)

Data Populer

Loading...