Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan Kabupaten Barru Sulawesi Selatan semester 2025. Persentase penduduk miskin tercatat 8,00 persen, turun sebesar 0,31 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tercatat 14.130 jiwa penduduk miskin, dengan total penduduk wilayah ini berjumlah 176.554 jiwa.
Sejak pencatatan tahun 2004, persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi 14,73 persen pada tahun 2007. Angka terendah dalam 21 tahun pencatatan dicapai pada tahun 2025 ini. Secara ranking nasional, posisi Kabupaten Barru berada di urutan 289 dari total 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia.
(Baca: Cuaca Rokan Hulu Hari Ini, 27 Agustus 2026: Udara Kabur dengan Suhu 24-31 °C)
Dibandingkan enam kabupaten tetangga dengan nilai persentase kemiskinan berdekatan di Sulawesi Selatan, penurunan angka kemiskinan Kabupaten Barru tercatat 3,73 persen. Nilai ini berada di tengah perbandingan wilayah lain, dengan penurunan terkecil terjadi di Kabupaten Pinrang sebesar 1,99 persen.
Kabupaten Bantaeng
Berada di peringkat 300 nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatatkan angka 7,68 persen dengan penurunan sebesar 7,02 persen pada tahun terakhir. Terdapat 14.740 jiwa penduduk miskin dari total 191.957 jiwa penduduk. Garis kemiskinan ditetapkan sebesar 453,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita mencapai 68,61 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Bone
Peringkat 246 nasional menjadi posisi wilayah ini untuk indikator persentase kemiskinan yang tercatat 9,13 persen. Penurunan angka kemiskinan tahun terakhir mencapai 4,70 persen, dengan total penduduk miskin sebesar 69.730 jiwa dari 763.389 jiwa total penduduk. Garis kemiskinan berada di angka 452,56 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat 64,76 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Maros
(Baca: PDRB ADHB per Kapita Kota Blitar Rp.63,15 Juta Data per 2025)
Dengan persentase kemiskinan 8,90 persen, wilayah ini menempati peringkat 250 secara nasional. Penurunan angka kemiskinan tahun lalu tercatat 4,51 persen, dengan 32.670 jiwa masuk kategori penduduk miskin dari total 367.075 jiwa penduduk. Garis kemiskinan wilayah ini merupakan tertinggi di kelompok perbandingan yaitu 560,17 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 71,36 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Pinrang
Berada di peringkat 274 nasional, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat 8,38 persen dengan penurunan 1,99 persen pada tahun terakhir. Tercatat 32.520 jiwa penduduk miskin dari 388.251 jiwa total penduduk. Garis kemiskinan berada di angka 426,62 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 66,89 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Sinjai
Peringkat 308 nasional ditempati wilayah ini dengan persentase kemiskinan 7,41 persen. Penurunan angka kemiskinan tahun terakhir mencapai 5,24 persen, dengan 18.440 jiwa penduduk miskin dari total 248.948 jiwa penduduk. Garis kemiskinan tercatat 426,19 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 64,46 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Takalar
Wilayah ini menempati peringkat 313 secara nasional dengan persentase kemiskinan 7,27 persen. Penurunan angka kemiskinan tahun lalu mencapai 6,19 persen, dengan 22.170 jiwa masuk kategori penduduk miskin dari 304.776 jiwa total penduduk. Garis kemiskinan tercatat 475,86 ribu rupiah per kapita per bulan, sedangkan pendapatan per kapita masyarakat 44,81 juta rupiah per tahun.