Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan Kota Pariaman tahun 2024 sedikit naik menjadi 4,26 persen, dari 4,2 persen tahun 2023. Jumlah penduduk miskin bertambah 100 orang menjadi 4.010 orang, sementara total penduduk naik 3.281 orang menjadi 102.765 orang. Pertumbuhan persentase kemiskinan sebesar 1,43 persen, dengan peringkat 470 se-Indonesia dan 141 di Pulau Sumatera.
(Baca: PDRB ADHB di Kabupaten Wonosobo Menurut Sektor pada 2024)
Dari data historis 2004-2024, persentase kemiskinan Kota Pariaman tertinggi pada 2005 sebesar 8,36 persen dan terendah pada 2020 sebesar 4,1 persen. Pertumbuhan kemiskinan terendah pada 2007 (-25,32 persen) dan tertinggi pada 2005 (8,71 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 4,2 persen, sehingga angka 2024 sedikit di atas rata-rata. Peringkat se-Indonesia naik dari 360 pada 2004 ke 470 pada 2024, menunjukkan posisi relatif lebih rendah dibandingkan kota lain.
Dibandingkan kabupaten kota tetangga di Sumatera Barat, Kota Pariaman berada pada posisi menengah dalam persentase kemiskinan. Berikut adalah analisis rinci masing-masing wilayah:
Kota Bukit Tinggi
Persentase kemiskinan sebesar 4,08 persen, sedikit lebih rendah dari Kota Pariaman, dengan peringkat 477 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin 5.820 orang, lebih banyak dari Kota Pariaman, dengan pertumbuhan 0,69 persen. Garis kemiskinan mencapai 658,64 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita 93,97 juta rupiah per tahun, yang lebih tinggi dibandingkan Kota Pariaman.
Kota Padang Panjang
Persentase kemiskinan sebesar 5,31 persen, lebih tinggi dari Kota Pariaman, dengan peringkat 429 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin 3.060 orang, lebih sedikit dari Kota Pariaman, dengan pertumbuhan 2,34 persen. Garis kemiskinan 634,30 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita 80,01 juta rupiah per tahun, yang lebih rendah dibandingkan Kota Bukit Tinggi namun lebih tinggi dari Kota Pariaman.
(Baca: 16,37% Penduduk di Kabupaten Boalemo Masuk Kategori Miskin)
Kota Padang
Persentase kemiskinan sebesar 4,06 persen, yang paling rendah di antara wilayah yang dibandingkan, dengan peringkat 180 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 41.400 orang, jauh lebih banyak dari Kota Pariaman, dengan pertumbuhan -1,36 persen (sedikit turun). Garis kemiskinan 736,79 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita 88,23 juta rupiah per tahun, yang cukup tinggi dibandingkan wilayah lain.
Kota Payakumbuh
Persentase kemiskinan sebesar 5,19 persen, lebih tinggi dari Kota Pariaman, dengan peringkat 435 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin 7.620 orang, lebih banyak dari Kota Pariaman, dengan pertumbuhan -3,3 persen (sedikit turun). Garis kemiskinan 648,23 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita 64,21 juta rupiah per tahun, yang lebih rendah dibandingkan Kota Padang Panjang.
Kota Solok
Persentase kemiskinan sebesar 3,07 persen, yang paling rendah di antara semua wilayah yang dibandingkan, dengan peringkat 503 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin 2.400 orang, paling sedikit dibandingkan yang lain, dengan pertumbuhan 2,13 persen. Garis kemiskinan 569,87 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita 69,99 juta rupiah per tahun, yang lebih tinggi dari Kota Payakumbuh.
Kabupaten Tanah Datar
Persentase kemiskinan sebesar 4,28 persen, sedikit lebih tinggi dari Kota Pariaman, dengan peringkat 469 se-Indonesia. Jumlah penduduk miskin 15.000 orang, jauh lebih banyak dari Kota Pariaman, dengan pertumbuhan 2,95 persen. Garis kemiskinan 554,67 ribu rupiah per kapita per bulan, dan pendapatan per kapita 45,07 juta rupiah per tahun, yang paling rendah di antara wilayah yang dibandingkan.