3.719 Hotspot Terdeteksi di Indonesia Dalam 24 Jam Terakhir (Senin, 3 Agustus 2026)

1
Irfan Fadhlurrahman 03/08/2026 10:30 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Hotspot Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 3.719 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 846 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Senin (3/8/2026) pukul 11.34 WIB. Dari 3.719 titik panas terdeteksi, 168 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 3399 titik skala sedang, dan 152 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Negara dengan Gunung Berapi Aktif Terbanyak di Dunia, Indonesia Pertama)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Barat sebanyak 1335 titik. Kalimantan Timur menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 308 titik. Nusa Tenggara Timur berada di posisi ketiga sebanyak 212 titik panas.

Sebanyak 198 titik panas terdeteksi di Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan menyusul dengan 187 titik panas, serta Kalimantan Tengah dan Sulawesi Tengah masing-masing memiliki 156 dan 129 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Tren Letusan Gunung Berapi dalam Beberapa Tahun Terakhir)

Data Stories Terkini

Data Pasar

Macro update by
03 August 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jun) 3,34% +0.26
Inflasi mom (Jul) -0,14% -0.58
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.991 -0.25
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Ekspor Migas (Mei) 758,10 -34.38
Neraca perdagangan (Mei) -1,61 -1,907.18
Impor Migas (Mei) 4,51 -1.82
Ekspor (Mei) 23,20 -8.30
Impor (Mei) 24,81 -1.59
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jun) 114,65 +0.76

Data Populer

Loading...