Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase penduduk miskin Kota Bukit Tinggi pada tahun 2025 sebesar 3,78 persen. Angka ini turun 7,35 persen dibanding tahun sebelumnya, dengan selisih sebesar 0,3 poin persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 5.460 jiwa, turun sebanyak 360 jiwa dari catatan tahun 2024.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Asmat 47.294 dan Angka Pengangguran 2,07 Persen)
Catatan historis sejak 2004 menunjukkan persentase kemiskinan wilayah ini pernah mencapai titik tertinggi pada tahun 2008 sebesar 7,20 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2004 yaitu 3,32 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2005 sebesar 49,7 persen, sedangkan pertumbuhan terendah pada tahun 2022 yaitu minus 13,23 persen.
Ranking persentase kemiskinan Kota Bukit Tinggi secara nasional saat ini berada di urutan 483 dari total 514 kabupaten kota seluruh Indonesia. Selama 21 tahun pengamatan, urutan ranking wilayah ini terus bergeser, sempat berada di urutan 409 pada tahun 2004 dan 2005, lalu terus turun peringkat hingga mencapai urutan 505 pada titik terendah ranking nasional.
Kabupaten Dharmasraya
Berada di urutan 445 secara nasional untuk persentase kemiskinan, wilayah ini mencatat angka 4,61 persen dengan penurunan sebesar 13,35 persen pada tahun terakhir. Jumlah penduduk miskin tercatat 13.520 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini sebesar 633,45 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 62,05 juta rupiah per tahun.
Kota Padang
Urutan 486 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 3,63 persen atau sedikit lebih rendah dibanding Kota Bukit Tinggi. Angka ini turun 10,59 persen pada periode tahun terakhir. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 92,10 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 767,62 ribu rupiah per kapita per bulan. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 37.380 jiwa.
Kota Pariaman
(Baca: Garis Kemiskinan Makanan dan Nonmakanan DI Yogyakarta Desember 2025: Naik Jadi Rp.626,36 Ribu per Kapita/Bulan)
Persentase kemiskinan berada di angka 3,83 persen dengan ranking nasional 480, hanya terpaut sedikit dibanding Kota Bukit Tinggi. Angka kemiskinan turun 10,09 persen pada tahun terakhir. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 73,26 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 634,30 ribu rupiah per kapita per bulan. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini sebanyak 3.630 jiwa.
Kota Payakumbuh
Ranking nasional persentase kemiskinan berada di urutan 429, dengan angka tercatat 4,95 persen. Penurunan angka kemiskinan pada tahun terakhir hanya mencapai 4,62 persen. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 66,04 juta rupiah per tahun, garis kemiskinan sebesar 674,81 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 7.370 jiwa.
Kota Solok
Menempati urutan 505 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 2,91 persen atau menjadi yang terendah diantara seluruh wilayah pembanding. Angka ini turun 5,21 persen pada tahun terakhir. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 72,53 juta rupiah per tahun, garis kemiskinan sebesar 593,52 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan jumlah penduduk miskin sebanyak 2.310 jiwa.
Kabupaten Tanah Datar
Urutan 488 secara nasional, persentase kemiskinan tercatat 3,59 persen dengan penurunan sebesar 16,12 persen yaitu penurunan terbesar diantara seluruh wilayah pembanding. Jumlah penduduk miskin tercatat 12.570 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai 47,03 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan sebesar 564,37 ribu rupiah per kapita per bulan.