Rupiah BI JISDOR Lesu Seiring Kabar Mundurnya Perry Warjiyo (Senin, 27 Juli 2026)
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) dari Bank Indonesia (BI) menunjukkan, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah mencapai Rp17.995 pada penutupan perdagangan Senin (27/7/2026).
Angkanya melesu 0.12% dari penutupan perdagangan Jumat pekan lalu yang sebesar Rp17.973 per US$.
Pelemahan rupiah terjadi ketika kabar mundurnya Gubernur BI, Perry Warjiyo diumumkan hari ini.
Berdasarkan keterangan Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi yang dilaporkan Katadata, pemerintah telah menerima surat pengunduran diri Perry Warjiyo dan akan segera memproses pemberhentiannya melalui Keputusan Presiden.
"Per kemarin secara resmi kami menerima surat pengunduran diri Bapak Gubernur BI kepada Presiden," kata Prasetyo Hadi dalam konferensi pers yang digelar Senin (27/7/2026).
(Baca: Intip Harta Destry Damayanti, Plt Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo)
Senior Ekonom KB Valbury Sekuritas, Fikri C. Permana, menilai pengunduran diri Perry menjadi sentimen negatif yang cukup besar bagi pasar keuangan domestik.
"Saya pikir pengunduran Pak Perry akan jadi sentimen negatif yang cukup besar," kata Fikri kepada Katadata.
Menurut Fikri, ketidakpastian yang muncul akibat pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia berpotensi mendorong pelemahan rupiah lebih dalam.
Sementara, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan, rupiah sebenarnya berpeluang menguat seiring meredanya ketegangan geopolitik setelah Amerika Serikat dan Iran menghentikan aksi saling serang.
Namun, menurutnya, potensi penguatan tersebut akan terbatas karena investor masih memilih bersikap wait and see menjelang serangkaian data ekonomi penting Amerika Serikat, mulai dari produk domestik bruto (PDB), inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE), hingga hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC).
"Rupiah berpotensi menguat terhadap dolar AS di tengah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Namun penguatan mungkin akan terbatas karena investor cenderung wait and see menantikan rilis data ekonomi penting AS. Selain itu, pengunduran diri Gubernur BI juga bisa menekan rupiah," kata Lukman.
(Baca Katadata oleh Nuzulia Nur: Rupiah Melemah di Tengah Kabar Pengunduran Diri Gubernur BI)
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jun) | 3,34% | +0.26 | |
| Inflasi mom (Jun) | 0,44% | +0.16 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Des) | 7,50% | -0.75 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.999 | +0.41 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Ekspor Migas (Mei) | 758,10 | -34.38 | |
| Neraca perdagangan (Mei) | -1,61 | -1,907.18 | |
| Impor Migas (Mei) | 4,51 | -1.82 | |
| Ekspor (Mei) | 23,20 | -8.30 | |
| Impor (Mei) | 24,81 | -1.59 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jun) | 114,65 | +0.76 |