- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
International Monetary Fund (IMF) merilis data historis PDB Paritas Daya Beli Irak sampai tahun 2024 menunjukkan nilai mencapai 527,91 unit. Sepanjang tahun 2024 terjadi kontraksi sebesar 1,5 persen, yang artinya nilai total produksi ekonomi disesuaikan daya beli masyarakat menurun tipis dibanding tahun 2023 yang tercatat 535,96 unit. Penurunan ini melanjutkan tren kontraksi tajam yang terjadi pada tahun 2023 lalu.
(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan di Papua 2025)
Jika ditarik garis tiga tahun terakhir yaitu periode 2022 sampai 2024, rata-rata nilai PDB PPP Irak berada di angka 573,54 unit. Nilai tahun 2024 tercatat 7,9 persen lebih rendah dibanding rata-rata tiga tahun tersebut. Untuk periode lima tahun terakhir, rata-rata nilai mencapai 551,89 unit, yang berarti kondisi 2024 masih 4,3 persen lebih buruk dibanding rata-rata lima tahun.
Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Irak terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).
Sepanjang 10 tahun data yang tercatat, pertumbuhan tertinggi terjadi pada tahun 2022 dengan pertumbuhan positif 18,45 persen. Sebaliknya titik terendah pertumbuhan tercatat pada tahun 2016 dengan kontraksi 18,17 persen, sebelum kemudian terulang kontraksi hampir sama besarnya pada tahun 2023 sebesar 18,39 persen. Anomali terbesar terjadi pada tahun 2022, dimana satu-satunya dalam 10 tahun terakhir pertumbuhan melebihi 15 persen sebelum kemudian anjlok drastis dua tahun berturut-turut setelahnya.
Fluktuasi yang terjadi pada PDB PPP Irak dalam 10 tahun terakhir ditandai dengan pola pertumbuhan tinggi yang selalu diikuti penurunan dalam 1 sampai 2 tahun berikutnya. Tidak ada periode stabil pertumbuhan positif berturut-turut lebih dari dua tahun, setiap kali terjadi kenaikan selalu akan diikuti koreksi penurunan nilai. Pola ini terlihat konsisten sejak tahun 2015 sampai data 2024 saat ini.
(Baca: Jumlah Penduduk Bekerja di Kabupaten Asmat 47.294 dan Angka Pengangguran 2,07 Persen)
Berdasarkan ranking regional wilayah Timur Tengah, posisi Irak tetap bertahan di peringkat 3 selama 10 tahun berturut-turut sampai tahun 2024. Tidak ada perubahan peringkat meskipun terjadi fluktuasi nilai PDB PPP yang cukup besar setiap tahunnya. Peringkat atas wilayah ini masih diduduki oleh Iran di posisi pertama dan Libanon di posisi kedua.
Proyeksi IMF untuk periode 2025 sampai 2030 menunjukkan kontraksi akan terus berlanjut sampai tahun 2028. Kontraksi disini berarti nilai PDB PPP akan terus menurun setiap tahun, dengan penurunan terbesar diperkirakan terjadi pada tahun 2025 sebesar 8,04 persen. Setelah tahun 2028, nilai diproyeksikan hampir stagnan dengan perubahan nilai kurang dari 0,2 persen setiap tahunnya.
Jika dibandingkan dengan negara lain di wilayah Timur Tengah, Irak memiliki performa pertumbuhan PDB PPP jauh lebih buruk dibanding Iran yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi tiga tahun terakhir sebesar 32,46 persen. Sementara Irak justru mencatatkan penurunan kumulatif selama tiga tahun terakhir, posisi peringkat nilai Irak masih tetap berada di atas Israel, Uni Emirat Arab dan Qatar pada data tahun terakhir.
Data Terkait
Data Pasar
| Nama | Nilai | % | |
|---|---|---|---|
| Inflasi yoy (Jul) | 2,88% | -0.46 | |
| Inflasi mom (Jul) | -0,14% | -0.58 | |
| Pertumbuhan ekonomi | 5,11% | +0.08 | |
| Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) | 5,61% | +4.08 | |
| Persentase kemiskinan (Mar) | 8,07% | -0.18 | |
| Gini rasio (Sem2) | 0,38 | 0.00 | |
| Nilai Tukar USDIDR | 17.864 | +0.19 | |
| PDB ADHK (Q1) | 3.447,70 | -0.77 | |
| Neraca perdagangan (Jun) | -450,50 | -72.02 | |
| Ekspor Migas (Jun) | 1,07 | +40.52 | |
| Impor Migas (Jun) | 4,56 | +0.96 | |
| Ekspor (Jun) | 25,46 | +9.72 | |
| Impor (Jun) | 25,91 | +4.41 | |
| Kunjungan Wisman (Mei) | 1,38 | +10.69 | |
| NTP (Jul) | 116,16 | +1.32 |