PDB

PDB Paritas Daya Beli (PPP) Irak 2015 - 2024

1
Agus Dwi Darmawan 27/04/2026 12:36 WIB
Image Loader
Memuat...
PDB Paritas Daya Beli (PPP) Irak 2015 - 2024
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

International Monetary Fund (IMF) mencatat nilai PDB Paritas Daya Beli (PPP) Irak pada tahun 2024 sebesar 527.91 unit, mengalami penurunan sebesar 1.5% dibandingkan tahun 2023. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir (2022-2024) yang mencapai 573.54 unit, nilai ini lebih rendah sebesar sekitar 45.63 unit. Sedangkan dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir (2020-2024) sebesar 551.87 unit, nilai PDB PPP Irak 2024 juga berada di bawah rata-rata tersebut.

(Baca: Pengeluaran Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya di Kabupaten Deli Serdang Bulan Maret Turun 1,64%)

Perkembangan tiga tahun terakhir menunjukkan pola fluktuatif yang jelas: tahun 2022 mengalami pertumbuhan tertinggi dalam dekade sebesar 18.45% karena peningkatan aktivitas ekonomi dan ekspor minyak, kemudian tahun 2023 mengalami kontraksi sebesar 18.39% yang berarti nilai PDB PPP turun drastis dari 656.76 unit menjadi 535.96 unit, dan tahun 2024 hanya mengalami penurunan kecil sebesar 1.5%.

Satuan unit dalam data yang disajikan di artikel ini merupakan hasil perhitungan IMF atas nilai PDB harga berlaku mata uang nasional Irak terhadap dolar internasional. Dalam Publikasinya, IMF menyebutkan perhitungan digunakan untuk tujuan penyusunan komposit kelompok negara. Data yang dihasilkan ini dikatakan bukan sebagai sumber utama penyajian data paritas daya beli (PPP).

Dalam rentang 10 tahun terakhir (2015-2024), nilai PDB PPP Irak mengalami fluktuasi yang signifikan: tahun 2015 mengalami kontraksi terbesar sebesar 26.85% sebagai anomali akibat ketidakstabilan politik dan penurunan harga minyak global, kemudian tahun 2016 juga turun 18.17% sebelum mulai pulih pada 2017 dengan pertumbuhan 12.72%. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2022 dengan 18.45%, sedangkan penurunan terbesar tetap di 2015.

(Baca: Pengeluaran Perkapita Sebulan untuk Kecantikan Kab. Musi Banyuasin | 2024)

Dari segi peringkat regional, Irak tetap berada di peringkat 3 di wilayah Timur Tengah selama 10 tahun terakhir, tidak mengalami perubahan peringkat dibandingkan tahun sebelumnya. Posisi ini menempatkan Irak di bawah Iran (peringkat 1) dan Lebanon (peringkat 2), dan di atas Yaman (peringkat 4) dalam peringkat PDB PPP regional tahun 2024.

IMF memproyeksikan nilai PDB PPP Irak akan terus menurun hingga tahun 2028, dengan kontraksi sebesar 8.04% pada 2025 menjadi 485.49 unit, kemudian penurunan bertahap sebesar 2.49% di 2026, 0.75% di 2027, dan 0.19% di 2028. Tahun 2029 akan mengalami pertumbuhan kecil sebesar 0.1% sebelum kembali turun 0.05% di 2030. Proyeksi ini menunjukkan kondisi ekonomi Irak akan memburuk di tahun-tahun mendatang dibandingkan kondisi 2024.

Dibandingkan negara lain di wilayah Timur Tengah, Irak memiliki performa yang lebih baik daripada Bahrain yang mengalami pertumbuhan PDB PPP terburuk dalam tiga tahun terakhir turun 3.488%. Peringkat Irak di 2024 tetap di posisi 3, sementara Bahrain berada di peringkat 12 terendah di wilayah tersebut. Irak juga berada di posisi yang lebih tinggi daripada Oman (peringkat 11) dan Kuwait (peringkat 10) dalam peringkat regional tahun 2024.

Data Populer

Loading...