Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Lebong Naik 2,76% dalam 5 Tahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 21/07/2026 08:36 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Lebong Provinsi Bengkulu (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Lebong, Bengkulu sebesar 10,79% pada 2025.

Angka tersebut turun 1,59% dari tahun sebelumnya sebesar 12,38%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,76%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Lebong lebih tinggi dibanding rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Lebong yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 10,79% dari total penduduk.

Dibanding 9 kabupaten/kota lain di Provinsi Bengkulu, PoU di Kabupaten Lebong ada di urutan ke-9. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Bengkulu (6,06%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Rejang Lebong (11,61%).

Berikut ini daftar PoU terendah di seluruh kabupaten/kota Provinsi Bengkulu pada 2025.

  1. Kota Bengkulu: 6,06%
  2. Kabupaten Mukomuko: 6,75%
  3. Kabupaten Bengkulu Selatan: 8,33%
  4. Kabupaten Bengkulu Tengah: 9,17%
  5. Kabupaten Kepahiang: 9,53%
  6. Kabupaten Kaur: 9,62%
  7. Kabupaten Seluma: 10,37%
  8. Kabupaten Bengkulu Utara: 10,39%
  9. Kabupaten Lebong: 10,79%
  10. Kabupaten Rejang Lebong: 11,61%

(Baca: Belanja Ketahanan Pangan Indonesia Melesat 147% per April 2026)

Data Pasar

Macro update by
21 July 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Jun) 3,34% +0.26
Inflasi mom (Jun) 0,44% +0.16
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 18.059 +0.08
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Ekspor Migas (Mei) 758,10 -34.38
Neraca perdagangan (Mei) -1,61 -1,907.18
Impor Migas (Mei) 4,51 -1.82
Ekspor (Mei) 23,20 -8.30
Impor (Mei) 24,81 -1.59
Kunjungan Wisman (Mei) 1,38 +10.69
NTP (Jun) 114,65 +0.76

Data Populer

Loading...