Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Pariaman Turun 1,08% Setahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Pariaman, Sumatera Barat mencapai 7,3% pada 2024.
Angka tersebut turun 1,08% dari tahun sebelumnya sebesar 8,38%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 4,0%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kota Pariaman lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kota Pariaman yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 7,3% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 18 kabupaten/kota lain di Provinsi Sumatera Barat, PoU di Kota Pariaman ada di urutan ke-2. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Padang Panjang (5,33%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Solok Selatan (10,95%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sumatera Barat pada 2024.
- Kota Padang Panjang: 5,33%
- Kota Pariaman: 7,3%
- Kota Bukit Tinggi: 7,35%
- Kabupaten Dharmasraya: 7,51%
- Kota Solok: 7,89%
- Kota Payakumbuh: 8,17%
- Kota Sawahlunto: 8,19%
- Kabupaten Pasaman Barat: 8,55%
- Kota Padang: 8,57%
- Kabupaten Sawahlunto/sijunjung: 8,67%
(Baca: Jumlah Keluarga Penerima Bansos Pangan di Konawe Selatan 2020-2024)