Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Singkawang Turun 1,14% dalam 5 Tahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Singkawang, Kalimantan Barat mencapai 7,55% pada 2025.
Angka tersebut naik 0,16% dari tahun sebelumnya sebesar 7,39%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 1,14%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kota Singkawang lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kota Singkawang yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 7,55% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 13 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Barat, PoU di Kota Singkawang ada di urutan ke-2. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Pontianak (7,54%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Melawi (19,49%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Barat pada 2025.
- Kota Pontianak: 7,54%
- Kota Singkawang: 7,55%
- Kabupaten Sekadau: 11,49%
- Kabupaten Ketapang: 11,77%
- Kabupaten Sintang: 13,16%
- Kabupaten Landak: 14,46%
- Kabupaten Kayong Utara: 14,59%
- Kabupaten Mempawah: 14,89%
- Kabupaten Sambas: 14,99%
- Kabupaten Bengkayang: 15,79%
(Baca: Indeks Pembangunan TIK Provinsi Indonesia 2024, Jakarta Teratas)