Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kota Pekanbaru Naik 2,66% dalam 5 Tahun Terakhir
- A Kecil
- A Sedang
- A Besar
Merujuk data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kota Pekanbaru, Riau mencapai 10,08% pada 2024.
Angka tersebut turun 1,67% dari tahun sebelumnya sebesar 11,75%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 2,66%.
Rata-rata PoU Indonesia sebesar 8,27% pada 2024. Berarti, PoU di Kota Pekanbaru lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.
Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.
Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.
Ini artinya, penduduk di Kota Pekanbaru yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 10,08% dari total penduduk.
Dibandingkan dengan 11 kabupaten/kota lain di Provinsi Riau, PoU di Kota Pekanbaru ada di urutan ke-3. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Rokan Hulu (9,27%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Indragiri Hilir (13,23%).
Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Riau pada 2024.
- Kabupaten Rokan Hulu: 9,27%
- Kabupaten Bengkalis: 9,92%
- Kota Pekanbaru: 10,08%
- Kabupaten Pelalawan: 10,38%
- Kabupaten Rokan Hilir: 10,47%
- Kabupaten Kampar: 10,75%
- Kabupaten Siak: 10,75%
- Kabupaten Indragiri Hulu: 11,22%
- Kota Dumai: 11,31%
- Kabupaten Kuantan Singingi: 11,47%
(Baca: Sebaran Penduduk Miskin Indonesia Awal 2025, Mayoritas di Jawa)