Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Lima Puluh Kota Capai 6,57% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 24/06/2026 08:45 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat mencapai 6,57% pada 2025.

Angka tersebut turun 2,26% dari tahun sebelumnya sebesar 8,83%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 0,45%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Lima Puluh Kota lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Menurut Badan Pangan Nasional (Bapanas), PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Lima Puluh Kota yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 6,57% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 18 kabupaten/kota lain di Provinsi Sumatera Barat, PoU di Kabupaten Lima Puluh Kota ada di urutan ke-3. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Sawahlunto/sijunjung (6,17%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Kepulauan Mentawai (10,03%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sumatera Barat pada 2025.

  1. Kabupaten Sawahlunto/sijunjung: 6,17%
  2. Kabupaten Dharmasraya: 6,37%
  3. Kabupaten Lima Puluh Kota: 6,57%
  4. Kabupaten Solok: 6,59%
  5. Kabupaten Pasaman Barat: 7,15%
  6. Kota Pariaman: 7,18%
  7. Kabupaten Solok Selatan: 7,19%
  8. Kabupaten Padang Pariaman: 7,29%
  9. Kota Solok: 7,35%
  10. Kota Payakumbuh: 7,53%

(Baca: 10 Negara dengan Populasi Muslim Terbanyak Dunia 2023, Indonesia Memimpin!)

Data Pasar

Macro update by
24 June 2026
Makro
Nilai Tukar
Komoditas
Ketenagakerjaan
Nama Nilai %
Inflasi yoy (Mei) 3,08% +0.66
Inflasi mom (Mei) 0,28% +0.15
Pertumbuhan ekonomi 5,11% +0.08
Pertumbuhan ekonomi (yoy) (Q1) 5,61% +4.08
Persentase kemiskinan (Des) 7,50% -0.75
Gini rasio (Sem2) 0,38 0.00
Nilai Tukar USDIDR 17.859 -0.05
PDB ADHK (Q1) 3.447,70 -0.77
Neraca perdagangan (Apr) 89,10 -97.32
Ekspor Migas (Apr) 1,16 -9.81
Impor Migas (Apr) 4,60 +45.09
Ekspor (Apr) 25,30 +12.32
Impor (Apr) 25,21 +31.28
Kunjungan Wisman (Apr) 1,25 +14.75
NTP (Mei) 113,79 +1.34

Data Populer

Loading...