Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kota Bekasi semester tahun 2025 sebesar 3,96 persen. Angka ini mengalami penurunan sedikit sebesar 1,25 persen dibanding tahun sebelumnya yang tercatat 4,01 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini tercatat 129.540 jiwa, mengalami kenaikan sedikit sebanyak 700 jiwa dari periode sebelumnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kota Subulussalam | 2007 - 2025)
Data historis 2004-2025 menunjukkan persentase kemiskinan Kota Bekasi mencapai titik tertinggi pada tahun 2008 sebesar 6,36 persen. Angka terendah tercatat pada tahun 2019 sebesar 3,81 persen. Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada tahun 2005 sebesar 228,85 persen, sedangkan pertumbuhan terendah pada tahun 2007 turun 1,97 persen.
Saat ini Kota Bekasi menempati urutan 475 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk indikator persentase kemiskinan. Rata-rata persentase kemiskinan 3 tahun terakhir wilayah ini sebesar 4,02 persen, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir tercatat 4,25 persen. Posisi ranking nasional wilayah ini bergeser turun sebanyak 7 peringkat dari tahun 2022.
Kota Banjar
Menempati urutan 400 secara nasional untuk persentase kemiskinan dengan angka tercatat 5,73 persen. Wilayah ini memiliki jumlah penduduk miskin sebanyak 10.970 jiwa dengan penurunan sebesar 1,7 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan berada di angka 451,28 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 28,05 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan pendapatan per kapita wilayah ini tercatat 6,05 persen pada periode terakhir.
Kabupaten Bekasi
(Baca: Gempa Bumi Terkini 5,9 M Guncang Indonesia, Terbesar dalam Sepekan)
Urutan 459 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan dengan angka tercatat 4,36 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini mencapai 191.000 jiwa dan mengalami penurunan sebesar 6,62 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan tercatat 698,15 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 136,70 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan pendapatan per kapita wilayah ini berada di angka 6,22 persen.
Kota Cimahi
Menempati urutan 468 secara nasional dengan persentase kemiskinan tercatat 4,20 persen. Jumlah penduduk miskin wilayah ini sebanyak 25.970 jiwa dan mengalami penurunan sebesar 3,81 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan berada di angka 642,02 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 76,99 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan pendapatan per kapita wilayah ini tercatat 6,15 persen.
Kota Depok
Urutan 511 secara nasional untuk persentase kemiskinan dengan angka tercatat 2,31 persen. Jumlah penduduk miskin di wilayah ini sebanyak 63.450 jiwa dan mengalami kenaikan sebesar 1,36 persen pada tahun terakhir. Garis kemiskinan tercatat 884,63 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 46,69 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan pendapatan per kapita wilayah ini berada di angka 7,29 persen.
Kota Bandung
Menempati urutan 483 secara nasional dengan persentase kemiskinan tercatat 3,78 persen. Jumlah penduduk miskin wilayah ini sebanyak 99.120 jiwa dan mengalami penurunan sebesar 1,96 persen pada periode terakhir. Garis kemiskinan berada di angka 644,42 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat 158,50 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan pendapatan per kapita wilayah ini tercatat 7,76 persen.