Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data kemiskinan semester Kota Subulussalam Aceh tahun 2025. Persentase penduduk miskin saat ini tercatat 13,88 persen, turun sebesar 2,5 poin persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin berkurang sebanyak 2.000 jiwa dari total 13.950 jiwa pada 2024 menjadi 11.950 jiwa tahun ini.
(Baca: Penduduk Kabupaten Biak Numfor Menghabiskan Rp95 per Kapita per Minggu untuk Membeli Ketupat Sayur)
Pada periode 2007 sampai 2025, persentase kemiskinan wilayah ini tercatat tertinggi pada 2007 sebesar 30,16 persen, dan terendah terjadi pada tahun 2025 ini. Penurunan paling tajam tercatat pada tahun 2025 dengan pertumbuhan minus 15,26 persen, sementara kenaikan tertinggi terjadi tahun 2015 sebesar 3,40 persen.
Ranking persentase kemiskinan Kota Subulussalam secara nasional saat ini berada di urutan 98 dari 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Sebelumnya, selama hampir 10 tahun terakhir ranking wilayah ini selalu berada di kisaran urutan 80 hingga 90 secara nasional sebelum bergeser ke posisi 98 tahun ini.
Kabupaten Nagan Raya
Berada pada ranking 81 secara nasional untuk persentase kemiskinan, tercatat angka sebesar 15,42 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 27.240 jiwa dengan penurunan sebesar 7,97 persen tahun ini. Garis kemiskinan wilayah ini sebesar 642,82 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita masyarakat mencapai 74,57 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Barat Daya
Menempati urutan 116 secara nasional dengan persentase kemiskinan 13,30 persen. Penurunan angka kemiskinan tercatat sebesar 13,19 persen tahun ini, dengan total penduduk miskin 21.470 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar 35,88 juta rupiah per tahun, sementara garis kemiskinan berada di angka 525,95 ribu rupiah per kapita per bulan.
(Baca: 8,34% Penduduk di Kabupaten Kepulauan Talaud Masuk Kategori Miskin)
Kota Sabang
Ranking persentase kemiskinan nasional berada di urutan 131, dengan angka 12,75 persen. Jumlah penduduk miskin tercatat 4.550 jiwa dengan penurunan sebesar 11,99 persen tahun ini. Garis kemiskinan wilayah ini merupakan tertinggi di kelompok ini sebesar 736,96 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 44,82 juta rupiah per tahun.
Kabupaten Aceh Barat
Berdiri pada urutan 80 secara nasional untuk indikator persentase kemiskinan, dengan angka tercatat 15,50 persen. Total penduduk miskin di wilayah ini mencapai 34.550 jiwa, mengalami penurunan 10,93 persen tahun ini. Pendapatan per kapita masyarakat tercatat 71,02 juta rupiah per tahun, dengan garis kemiskinan 652,01 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Aceh Tengah
Menempati urutan 140 secara nasional dengan persentase kemiskinan 12,29 persen, terendah diantara seluruh wilayah dalam kelompok perbandingan ini. Jumlah penduduk miskin tercatat 27.760 jiwa dengan penurunan 12,84 persen tahun ini. Pendapatan per kapita masyarakat 50,10 juta rupiah per tahun, garis kemiskinan 636,32 ribu rupiah per kapita per bulan.
Kabupaten Aceh Utara
Berdiri pada ranking 93 secara nasional dengan persentase kemiskinan 14,27 persen, memiliki jumlah penduduk miskin paling besar di kelompok ini yaitu 93.430 jiwa. Angka kemiskinan turun sebesar 11,42 persen tahun ini, dengan pendapatan per kapita 48,18 juta rupiah per tahun dan garis kemiskinan 483,72 ribu rupiah per kapita per bulan.