Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Aceh Barat pada 2024 sebesar 17,6%, sedikit turun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 17,86%. Dengan jumlah penduduk 207.690 jiwa, terdapat 38.790 penduduk miskin.
Secara historis, persentase kemiskinan di Aceh Barat menunjukkan penurunan signifikan sejak 2004 (35,65%). Titik terendah persentase kemiskinan terjadi pada 2024 (17,6%), sedangkan titik tertinggi pada 2004 (35,65%). Pertumbuhan angka kemiskinan tertinggi terjadi pada 2021 (2,56%), sedangkan terendah pada 2009 (-9,58%). Dibandingkan rata-rata 3 tahun terakhir (17,79%) dan 5 tahun terakhir (18,2%), angka kemiskinan saat ini lebih rendah. Peringkat kemiskinan Aceh Barat di Indonesia saat ini adalah 70, menunjukkan perbaikan dibandingkan tahun 2004 yang berada di peringkat 25.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Teluk Bintuni | 2004 - 2024)
Dibandingkan kabupaten lain di Aceh, Aceh Barat memiliki persentase kemiskinan yang relatif dekat dengan Kabupaten Bener Meriah, Kabupaten Nagan Raya, Kabupaten Pidie Jaya, Kabupaten Simeulue, Kota Subulussalam, dan Kabupaten Aceh Utara.
Kabupaten Bener Meriah
Kabupaten Bener Meriah menduduki peringkat 64 secara nasional dengan persentase kemiskinan 18,18%. Jumlah penduduk miskin tercatat 28.370 jiwa dari total populasi 179.006 jiwa. Garis kemiskinan di wilayah ini mencapai Rp591.421,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat Bener Meriah mencapai Rp37,90 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin sedikit naik 0,64%.
Kabupaten Nagan Raya
Kabupaten Nagan Raya mencatat persentase kemiskinan sebesar 16,94% dan menduduki peringkat 76 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 29.600 jiwa dari total populasi 179.108 jiwa. Garis kemiskinan di Nagan Raya tercatat Rp635.820,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita mencapai Rp70,46 juta per tahun. Pertumbuhan penduduk miskin di wilayah ini mengalami penurunan 0,6%.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Fak Fak Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Pidie Jaya
Persentase kemiskinan di Kabupaten Pidie Jaya adalah 18,28%, menempatkannya pada peringkat 63 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin mencapai 30.950 jiwa. Dengan jumlah penduduk sebanyak 165.080 jiwa, garis kemiskinan di daerah ini sebesar Rp599.755,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita penduduk Pidie Jaya adalah Rp28,38 juta per tahun. Pertumbuhan jumlah penduduk miskin naik 0,68%.
Kabupaten Simeulue
Kabupaten Simeulue memiliki persentase kemiskinan sebesar 17,69% dan berada di peringkat 68 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 17.590 jiwa. Garis kemiskinan di Simeulue adalah Rp576.505,00 per kapita per bulan dengan jumlah penduduk 96.510 jiwa. Pendapatan per kapita masyarakat Simeulue tercatat Rp31,94 juta per tahun. Jumlah penduduk miskin sedikit turun 0,17%.
Kota Subulussalam
Kota Subulussalam memiliki persentase kemiskinan 16,38% dan menempati urutan 82 di tingkat nasional. Terdapat 13.950 jiwa penduduk miskin dari total 105.553 jiwa. Garis kemiskinan di kota ini mencapai Rp504.372,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita penduduk Subulussalam mencapai Rp27,88 juta per tahun. Terjadi peningkatan jumlah penduduk miskin 1,09%.
Kabupaten Aceh Utara
Kabupaten Aceh Utara mencatat persentase kemiskinan sebesar 16,11%, menduduki peringkat 85 di Indonesia. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini sangat tinggi, mencapai 104.490 jiwa dari total 633.633 jiwa. Garis kemiskinan di Aceh Utara sebesar Rp473.719,00 per kapita per bulan. Pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp47,60 juta per tahun. Jumlah penduduk miskin mengalami penurunan 2,14%.