Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Aceh Barat tahun 2024 mencapai 17,6 persen, sedikit turun 0,26 poin dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin menjadi 38.790 orang, sementara total penduduk meningkat menjadi 207.690 jiwa dengan pertumbuhan 2,96 persen.
(Baca: Penduduk Kabupaten Kota Waringin Barat Menghabiskan Rp120 per Kapita per Minggu untuk Membeli Nangka Muda)
Data historis kemiskinan menunjukkan angka tertinggi di 2004 (35,65 persen) dan terendah di 2024 (17,6 persen). Pertumbuhan terendah terjadi di 2009 (-9,86 persen) dan tertinggi di 2012 (4,13 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 17,73 persen, lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 17,87 persen.
Rank persentase kemiskinan Kabupaten Aceh Barat di 2024 adalah 70 se-Indonesia, turun satu posisi dari tahun 2023. Di pulau Sumatera, kabupaten ini berada di urutan ke-10, menunjukkan kondisi kemiskinan masih tergolong tinggi dibandingkan sebagian besar wilayah di pulau tersebut.
Dibandingkan kabupaten sekitar di Aceh, persentase kemiskinan Kabupaten Aceh Barat lebih tinggi dari Nagan Raya (16,94 persen), Kota Subulussalam (16,38 persen), dan Aceh Utara (16,11 persen). Namun, angka ini lebih rendah dari Bener Meriah (18,18 persen) dan Pidie Jaya (18,28 persen).
Kabupaten Bener Meriah
Berada di rank 64 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan, wilayah ini memiliki angka 18,18 persen dengan pertumbuhan -0,71 persen. Jumlah penduduk miskin 28.370 orang, lebih sedikit dari Aceh Barat. Garis kemiskinan mencapai Rp591,42 ribu per kapita/bulan, sedangkan pendapatan per kapita sebesar Rp37,90 juta per tahun. Total penduduknya 179.006 jiwa dengan pertumbuhan 3,6 persen, lebih tinggi dari Aceh Barat.
Kabupaten Nagan Raya
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Tapanuli Tengah Periode 2004 - 2024)
Rank seindonesia persentase kemiskinan 76, lebih rendah dari Aceh Barat. Angka kemiskinan 16,94 persen dengan pertumbuhan -0,6 persen. Jumlah penduduk miskin 29.600 orang, total penduduk 179.108 jiwa dengan pertumbuhan 2,74 persen. Garis kemiskinan Rp635,82 ribu per kapita/bulan, pendapatan per kapita Rp70,46 juta per tahun yang jauh lebih tinggi dari Aceh Barat.
Kabupaten Pidie Jaya
Wilayah ini berada di rank 63 se-Indonesia, dengan persentase kemiskinan 18,28 persen dan pertumbuhan -0,65 persen. Jumlah penduduk miskin 30.950 orang, total penduduk 165.080 jiwa dengan pertumbuhan 2,09 persen. Garis kemiskinan Rp599,76 ribu per kapita/bulan, pendapatan per kapita Rp28,38 juta per tahun yang lebih rendah dari Aceh Barat.
Kabupaten Simeulue
Rank seindonesia 68, persentase kemiskinan 17,69 persen dengan pertumbuhan -1,28 persen. Jumlah penduduk miskin 17.590 orang, jauh lebih sedikit dari Aceh Barat. Total penduduk 96.510 jiwa dengan pertumbuhan 1,03 persen. Garis kemiskinan Rp576,51 ribu per kapita/bulan, pendapatan per kapita Rp31,94 juta per tahun.
Kota Subulussalam
Berada di rank 82 se-Indonesia, persentase kemiskinan 16,38 persen dengan pertumbuhan -0,18 persen. Jumlah penduduk miskin 13.950 orang, total penduduk 105.553 jiwa dengan pertumbuhan 5,65 persen yang paling tinggi di antara kabupaten sekitar. Garis kemiskinan Rp504,37 ribu per kapita/bulan, pendapatan per kapita Rp27,88 juta per tahun.
Kabupaten Aceh Utara
Rank seindonesia 85, persentase kemiskinan 16,11 persen dengan pertumbuhan -3,19 persen yang penurunannya paling besar di antara wilayah sekitar. Jumlah penduduk miskin 104.490 orang, yang paling banyak karena total penduduknya mencapai 633.633 jiwa. Garis kemiskinan Rp473,72 ribu per kapita/bulan, pendapatan per kapita Rp47,60 juta per tahun.