Angka Ketidakcukupan Konsumsi Pangan Penduduk Kepulauan Sangihe Turun 10,0% pada 2025

1
Irfan Fadhlurrahman 03/03/2026 13:25 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara sebesar 10,0% pada 2025.

Angka tersebut turun 2,6% dari tahun sebelumnya sebesar 12,6%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir naik 3,28%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Kepulauan Sangihe lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 10,0% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 14 kabupaten/kota lain di Provinsi Sulawesi Utara, PoU di Kabupaten Kepulauan Sangihe ada di urutan terakhir. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kota Manado (3,88%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Utara pada 2025.

  1. Kota Manado: 3,88%
  2. Kabupaten Minahasa: 4,08%
  3. Kota Tomohon: 4,15%
  4. Kota Bitung: 4,2%
  5. Kota Kotamobagu: 4,74%
  6. Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan: 5,84%
  7. Kabupaten Boloang Mongondow: 6,11%
  8. Kabupaten Minahasa Selatan: 6,11%
  9. Kabupaten Minahasa Utara: 6,19%
  10. Kabupaten Bolaang Mongondow Timur: 6,58%

(Baca: Garis Kemiskinan Provinsi Indonesia Awal 2025, Papua Pegunungan Tertinggi)

Data Populer

Loading...