Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Barito Selatan Turun 0,27% dalam 5 Tahun Terakhir

1
Irfan Fadhlurrahman 13/02/2026 13:25 WIB
Image Loader
Memuat...
Prevalensi Ketidakcukupan Konsumsi Pangan di Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah (2017-2025)
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, prevalensi ketidakcukupan pangan (Prevalence of Undernourishment/PoU) di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah mencapai 10,71% pada 2025.

Angka tersebut turun 0,11% dari tahun sebelumnya sebesar 10,82%, sedangkan dalam 5 tahun terakhir turun 0,27%.

Rata-rata PoU Indonesia sebesar 7,89% pada 2025. Berarti, PoU di Kabupaten Barito Selatan lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) mendefinisikan PoU merupakan suatu kondisi seseorang, secara regular, mengkonsumsi jumlah makanan yang tidak cukup untuk memenuhi energi yang dibutuhkan untuk hidup normal, aktif, dan sehat.

Indikator tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk melihat kondisi kerawanan pangan dan gizi.

Ini artinya, penduduk di Kabupaten Barito Selatan yang mengkonsumsi makanan, tetapi kebutuhan energinya kurang, tidak sampai 10,71% dari total penduduk.

Dibandingkan dengan 13 kabupaten/kota lain di Provinsi Kalimantan Tengah, PoU di Kabupaten Barito Selatan ada di urutan ke-13. Wilayah dengan PoU terendah (urutan teratas) yakni Kabupaten Gunung Mas (4,46%) dan tertinggi (urutan terakhir) yakni Kabupaten Kapuas (15,41%).

Berikut ini daftar PoU terendah di 10 kabupaten/kota Provinsi Kalimantan Tengah pada 2025.

  1. Kabupaten Gunung Mas: 4,46%
  2. Kabupaten Lamandau: 4,58%
  3. Kabupaten Sukamara: 4,72%
  4. Kabupaten Murung Raya: 5,39%
  5. Kabupaten Seruyan: 5,72%
  6. Kota Palangkaraya: 6,44%
  7. Kabupaten Kota Waringin Barat: 6,84%
  8. Kabupaten Barito Timur: 7,17%
  9. Kabupaten Kota Waringin Timur: 7,47%
  10. Kabupaten Katingan: 7,88%

(Baca: FAO: 43,5% Penduduk Indonesia Tak Mampu Beli Makanan Sehat pada 2024)

Data Populer

Loading...