Litbang Kompas merilis daftar kota paling rentan mengalami kesepian di Indonesia pada 2025.
Secara umum, 1 dari 5 atau sebanyak 19,97% responden di Indonesia mengaku merasa kesepian setidaknya sekali dalam sepekan.
"Tanpa penanganan serius, kesepian bisa memicu gangguan mental, meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes, menurunkan produktivitas, hingga memunculkan pikiran untuk mengakhiri hidup," tulis Litbang Kompas dalam laporannya, Rabu (30/7/2025).
Riset ini dilakukan di 30 kota Indonesia yang dipilih berdasarkan kriteria jumlah penduduk lebih dari 100 ribu jiwa dan kepadatan lebih dari 4.500 jiwa per km².
Indeks disusun menggunakan 12 variabel, termasuk persentase rumah tangga yang dihuni satu orang, proporsi warga lanjut usia, tingkat pengangguran, ketersediaan ruang publik dan fasilitas olahraga, layanan kesehatan, serta status pernikahan.
Sebagai catatan, indeks ini tidak mengukur perasaan individu secara langsung, melainkan kerentanan suatu kota terhadap kesepian berdasarkan faktor demografis dan infrastruktur. Semakin tinggi skor, semakin tinggi kerentanan penduduknya untuk merasa kesepian.
Hasilnya, Yogyakarta tercatat sebagai kota dengan skor indeks rentan kesepian tertinggi nasional, yakni mencapai 74,94 poin pada 2025.
"Skor tinggi Yogyakarta dalam indeks disumbang oleh tingginya proposi one-person household (OPH) atau rumah tangga yang hanya dihuni satu orang, terkait banyaknya mahasiswa indekos dan warga lansia," tulis Litbang Kompas.
Berikut daftar 10 kota dengan indeks rentan kesepian tertinggi pada 2025, menurut Litbang Kompas:
- Yogyakarta: 74,94 poin
- Jakarta Pusat: 65,61 poin
- Makassar: 54,43 poin
- Surakarta: 49,77 poin
- Madiun: 49,59 poin
- Magelang: 47,03 poin
- Jakarta Selatan: 43,46 poin
- Jakarta Timur: 43,14 poin
- Banjarmasin: 42,69 poin
- Medan: 42,17 poin.
(Baca: Stres, Penyakit Mental yang Paling Dikhawatirkan Masyarakat Indonesia)