Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data persentase kemiskinan Kabupaten Asahan tahun 2024 sebesar 8,12 persen, sedikit turun dari 8,21 persen tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskinnya menjadi 61.340 orang, sedikit turun dari 61.690 orang tahun 2023. Jumlah penduduk wilayah ini mencapai 797.101 jiwa, naik sedikit sebesar 0,62 persen dari tahun lalu. Rank se-Indonesia untuk persentase kemiskinan berada di urutan ke-305, dan ke-87 di pulau Sumatera.
(Baca: 9,13% Penduduk di Kabupaten Bone Masuk Kategori Miskin)
Data historis kemiskinan Kabupaten Asahan menunjukkan persentase tertinggi pada 2007 (13,77 persen) dan terendah pada 2024 (8,12 persen). Pertumbuhan kemiskinan terendah pada 2018 (-12,17 persen) dan tertinggi pada 2013 (10,27 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 8,32 persen, lebih rendah dari rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) sebesar 8,39 persen. Rank se-Indonesia fluktuatif: naik dari 262 pada 2004 ke 291 pada 2006, turun ke 241 pada 2015, dan kembali naik ke 305 pada 2024.
Dibandingkan kabupaten/kota tetangga di Sumatera Utara, persentase kemiskinan Kabupaten Asahan (8,12 persen) berada di antara Kota Medan (7,94 persen) dan Kabupaten Toba Samosir (8,07 persen). Jumlah penduduk miskinnya lebih banyak daripada sebagian besar tetangganya, kecuali Kota Medan yang memiliki 187.040 orang miskin. Pendapatan perkapita tetangga seperti Kota Medan mencapai 132,57 juta rupiah per kapita per tahun, jauh lebih tinggi daripada sebagian wilayah lain.
Kabupaten Humbang Hasundutan
Berada di urutan ke-290 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (8,44 persen), jumlah penduduk miskinnya 16.780 orang, jauh lebih sedikit daripada Kabupaten Asahan. Jumlah penduduknya 209.317 jiwa, naik sebesar 2,06 persen tahun terakhir. Garis kemiskinan di wilayah ini adalah 487,26 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita 39,95 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit turun 2,88 persen, menunjukkan peningkatan kondisi ekonomi masyarakat.
Kabupaten Mandailing Natal
Urutan ke-280 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (8,69 persen), jumlah penduduk miskinnya 40.560 orang, lebih sedikit daripada Kabupaten Asahan. Jumlah penduduknya 498.720 jiwa, naik sebesar 1,3 persen tahun lalu. Garis kemiskinan mencapai 519,55 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 40,13 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit turun 1,92 persen, menunjukkan upaya penanggulangan kemiskinan yang berjalan dengan baik.
Kota Medan
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Maluku Tenggara Periode 2004 - 2024)
Urutan ke-311 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (7,94 persen), lebih rendah daripada Kabupaten Asahan. Jumlah penduduk miskinnya 187.040 orang, jauh lebih banyak karena jumlah penduduknya yang besar (2.539.829 jiwa), naik sebesar 0,37 persen tahun terakhir. Garis kemiskinan di kota ini adalah 695,30 ribu rupiah per kapita per bulan, dengan pendapatan per kapita tertinggi di antara tetangga yaitu 132,57 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit turun 0,75 persen, menunjukkan stabilitas ekonomi kota.
Kabupaten Padang Lawas
Urutan ke-315 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (7,87 persen), terendah di antara tetangga Kabupaten Asahan. Jumlah penduduk miskinnya 24.960 orang, lebih sedikit daripada Asahan. Jumlah penduduknya 268.427 jiwa, naik sebesar 1,3 persen tahun lalu. Garis kemiskinan 483,40 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 65,29 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan kemiskinan turun sedikit turun 0,25 persen, menunjukkan kondisi ekonomi yang membaik secara lambat.
Kabupaten Tapanuli Utara
Urutan ke-301 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (8,21 persen), sedikit lebih tinggi daripada Kabupaten Asahan. Jumlah penduduk miskinnya 25.510 orang, jauh lebih sedikit daripada Asahan. Jumlah penduduknya 329.252 jiwa, naik sebesar 1,73 persen tahun terakhir. Garis kemiskinan 531,59 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita terendah di antara tetangga yaitu 34,49 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan kemiskinan turun turun 3,33 persen, lebih signifikan daripada Asahan.
Kabupaten Toba Samosir
Urutan ke-307 se-Indonesia untuk persentase kemiskinan (8,07 persen), sedikit lebih rendah daripada Kabupaten Asahan. Jumlah penduduk miskinnya 15.030 orang, paling sedikit di antara tetangga. Jumlah penduduknya 219.148 jiwa, naik sebesar 2,1 persen tahun lalu. Garis kemiskinan 531,58 ribu rupiah per kapita per bulan, pendapatan per kapita 47,46 juta rupiah per tahun. Pertumbuhan kemiskinan naik sedikit sebesar 0,37 persen, berbeda dengan sebagian tetangga yang mengalami penurunan.