Kementerian LHK Temukan 655 Titik Panas di Indonesia, Terbanyak di Nusa Tenggara Timur (Sabtu, 3 Agustus 2024)

1
Irfan Fadhlurrahman 03/08/2024 16:14 WIB
Image Loader
Memuat...
10 Provinsi dengan Jumlah Titik Panas Terbanyak di Indonesia 24 Jam Terakhir
databoks logo
  • A Kecil
  • A Sedang
  • A Besar

Berdasarkan sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan SiPongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pemantauan 24 jam terakhir menunjukkan ada 655 titik panas (hotspot) terdeteksi di Indonesia. Jumlah titik panas ini bertambah 135 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Sabtu (3/8/2024) pukul 16.08 WIB. Dari 655 titik panas terdeteksi, 13 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 604 titik skala sedang, dan 38 titik skala rendah.

Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 - 29, skala sedang 30 - 79, dan skala tinggi 80 - 100. Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan.

(Baca: Banjir dan Gempa, Risiko Bencana di Kawasan Inti IKN)

Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Nusa Tenggara Timur sebanyak 93 titik. Riau menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 76 titik. Jawa Timur berada di posisi ketiga sebanyak 63 titik panas.

Sebanyak 54 titik panas terdeteksi di Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat menyusul dengan 53 titik panas, serta Jambi dan Sumatera Selatan masing-masing memiliki 51 dan 36 titik panas terdeteksi.

Titik panas merupakan titik koordinat suatu daerah yang memiliki temperatur permukaan lebih tinggi dibandingkan sekitarnya, dan bukan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan.

Namun, banyaknya jumlah titik panas dan bergerombol pada suatu wilayah mengindikasikan adanya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Artinya, data titik panas hasil deteksi satelit penginderaan jauh masih paling efektif dalam memantau kebakaran hutan dan lahan untuk wilayah yang luas.

(Baca: Ada 31 Bencana di Indonesia pada Akhir Mei 2024, Banjir Mendominasi)

Data Populer

Loading...