Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, turun sedikit menjadi 8,44 persen pada 2024, dari 8,69 persen tahun sebelumnya dengan pertumbuhan -2,88 persen. Jumlah penduduk miskin turun 360 orang menjadi 16.780 orang, sementara total penduduk naik 4.227 jiwa menjadi 209.317 jiwa.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Pasaman Barat Periode 2005 - 2024)
Data historis kemiskinan dari 2004-2024 menunjukkan persentase kemiskinan tertinggi pada 2005 (20,42 persen) dan terendah pada 2024 (8,44 persen). Pertumbuhan kemiskinan terendah pada 2008 (-31,05 persen) dan tertinggi pada 2005 (1,54 persen). Rata-rata 3 tahun terakhir (2022-2024) adalah 8,66 persen, lebih tinggi dari angka 2024, sedangkan rata-rata 5 tahun terakhir (2020-2024) 8,88 persen. Rank seindonesia Humbang Hasundutan turun dari 294 pada 2023 ke 290 pada 2024.
Dibandingkan kabupaten/kota tetangga di Sumatera Utara, persentase kemiskinan Humbang Hasundutan (8,44 persen) lebih tinggi dari Tapanuli Utara (8,21 persen), Toba Samosir (8,07 persen), dan Asahan (8,12 persen), tetapi lebih rendah dari Padang Lawas Utara (8,97 persen), Kota Tebing Tinggi (8,79 persen), dan Mandailing Natal (8,69 persen). Jumlah penduduk miskinnya lebih sedikit dari Mandailing Natal dan Asahan, tetapi lebih banyak dari Tebing Tinggi dan Toba Samosir.
Kabupaten Mandailing Natal
Terletak di urutan 280 se-Indonesia, persentase kemiskinan turun sedikit menjadi 8,69 persen dengan pertumbuhan -1,92 persen. Jumlah penduduk miskin mencapai 40.560 orang dari total 498.720 jiwa penduduk. Pendapatan per kapita masyarakat sebesar Rp40,13 juta per tahun, dengan garis kemiskinan Rp519,55 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduk sebesar 1,3 persen, lebih rendah dibandingkan Humbang Hasundutan.
Kabupaten Padang Lawas Utara
Berada di urutan 270 se-Indonesia, persentase kemiskinan naik sedikit menjadi 8,97 persen dengan pertumbuhan 3,97 persen. Jumlah penduduk miskin 27.210 orang dari total 272.273 jiwa. Pendapatan per kapita sebesar Rp63,55 juta per tahun, garis kemiskinan Rp502,40 ribu per kapita per bulan. Tren pertumbuhan kemiskinan yang naik menjadi perbedaan jelas dengan Humbang Hasundutan yang turun.
(Baca: Rata-Rata Pengeluaran Perkapita Sebulan di Kalimantan Selatan 2015 - 2024)
Kabupaten Tapanuli Utara
Terletak di urutan 301 se-Indonesia, persentase kemiskinan turun sedikit menjadi 8,21 persen dengan pertumbuhan -3,33 persen. Jumlah penduduk miskin 25.510 orang dari total 329.252 jiwa. Pendapatan per kapita Rp34,49 juta per tahun, garis kemiskinan Rp531,59 ribu per kapita per bulan. Pertumbuhan penduduk 1,73 persen, lebih rendah dari Humbang Hasundutan.
Kota Tebing Tinggi
Berada di urutan 275 se-Indonesia, persentase kemiskinan turun sedikit menjadi 8,79 persen dengan pertumbuhan -6,42 persen. Jumlah penduduk miskin 15.310 orang dari total 182.226 jiwa. Pendapatan per kapita Rp43,51 juta per tahun, garis kemiskinan Rp665,02 ribu per kapita per bulan. Garis kemiskinan tertinggi di antara wilayah tetangga, menunjukkan biaya hidup yang lebih tinggi di kota ini.
Kabupaten Toba Samosir
Terletak di urutan 307 se-Indonesia, persentase kemiskinan naik sedikit menjadi 8,07 persen dengan pertumbuhan 0,6 persen. Jumlah penduduk miskin 15.030 orang dari total 219.148 jiwa. Pendapatan per kapita Rp47,46 juta per tahun, garis kemiskinan Rp531,58 ribu per kapita per bulan. Persentase kemiskinan terendah di antara wilayah tetangga, meskipun pertumbuhannya naik sedikit.
Kabupaten Asahan
Berada di urutan 305 se-Indonesia, persentase kemiskinan turun sedikit menjadi 8,12 persen dengan pertumbuhan -1,1 persen. Jumlah penduduk miskin 61.340 orang dari total 797.101 jiwa. Pendapatan per kapita Rp70,61 juta per tahun, garis kemiskinan Rp454,30 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita tertinggi di antara wilayah tetangga, yang sejalan dengan persentase kemiskinan yang rendah.