Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat persentase kemiskinan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada 2024 sebesar 10,14 persen. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 0,71 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan jumlah penduduk 243.796 jiwa, terdapat 21.860 jiwa penduduk miskin di kabupaten ini.
Kabupaten Tanjung Jabung Timur mencatatkan pertumbuhan negatif pada angka kemiskinan turun 6,54 persen. Dibandingkan kabupaten lain di Provinsi Jambi, performa Tanjung Jabung Timur cukup baik. Sebagai perbandingan, Kabupaten Batang Hari, Merangin, dan Tanjung Jabung Barat memiliki persentase kemiskinan yang berdekatan.
(Baca: Data 2024: PDRB ADHB per Kapita Kabupaten Batang Hari Rp.82,61 Juta)
Secara historis, persentase kemiskinan di Tanjung Jabung Timur fluktuatif dari 2004 hingga 2024. Persentase kemiskinan tertinggi terjadi pada 2006 sebesar 13,97 persen. Sementara persentase terendah ada di tahun 2024 dengan 10,14 persen. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada 2005 dengan 15,76 persen, dan pertumbuhan terendah pada 2024 dengan -6,54 persen. Dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir, angka ini lebih rendah. Dibandingkan rata-rata lima tahun terakhir, angka ini juga lebih rendah. Secara nasional, pada 2024, Tanjung Jabung Timur berada di urutan ke-237 terkait persentase kemiskinan.
Jika dibandingkan dengan kabupaten lain di Jambi yang memiliki persentase kemiskinan berdekatan, Kabupaten Tanjung Jabung Timur menunjukkan beberapa perbedaan. Kabupaten Batang Hari memiliki persentase kemiskinan 8,63 persen, Kabupaten Merangin 8,40 persen, dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat 9,54 persen. Data ini menunjukkan bahwa angka kemiskinan di Tanjung Jabung Timur masih perlu menjadi perhatian khusus.
Kabupaten Batang Hari
Kabupaten Batang Hari menduduki peringkat ke-284 secara nasional dalam hal persentase kemiskinan. Jumlah penduduk miskin di sana tercatat 23.740 jiwa dari total populasi 306.652 jiwa. Garis kemiskinan di Batang Hari mencapai Rp 613,09 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita penduduk mencapai Rp 82,61 juta per tahun. Pertumbuhan kemiskinan di Batang Hari mengalami penurunan -8,68 persen, meskipun demikian angka kemiskinan masih menjadi tantangan. Pertumbuhan ekonomi yang tidak merata diduga menjadi salah satu faktor penyebabnya.
(Baca: Jumlah Penduduk dan Persentase Kemiskinan di Kabupaten Serang Periode 2004 - 2024)
Kabupaten Merangin
Kabupaten Merangin dengan persentase kemiskinan 8,40 persen menempati urutan ke-293 secara nasional. Jumlah penduduk miskin di kabupaten ini mencapai 33.490 jiwa dari total populasi 393.299 jiwa. Garis kemiskinan di Merangin tercatat Rp 617,01 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita penduduk Merangin sebesar Rp 68,22 juta per tahun. Pertumbuhan kemiskinan di Merangin menunjukkan angka negatif yaitu -5,62 persen. Pertumbuhan ekonomi yang inklusif menjadi kunci untuk menekan angka kemiskinan di wilayah ini.
Kabupaten Tanjung Jabung Barat
Kabupaten Tanjung Jabung Barat memiliki persentase kemiskinan 9,54 persen dan berada di urutan ke-253 secara nasional. Jumlah penduduk miskin mencapai 33.120 jiwa dari total penduduk 334.316 jiwa. Garis kemiskinan di Tanjung Jabung Barat tercatat sebesar Rp 575,34 ribu per kapita per bulan. Pendapatan per kapita di kabupaten ini cukup tinggi, mencapai Rp 166,33 juta per tahun. Meskipun pertumbuhan kemiskinan negatif dengan -2,55 persen, upaya berkelanjutan tetap diperlukan untuk mengurangi jumlah penduduk miskin.